BREAKING NEWS: Polda NTT Periksa Penjabat Sekda TTU Soal Selisih Anggaran di KUA PPAS

BREAKING NEWS: Polda NTT Periksa Penjabat Sekda TTU soal selisih anggaran di KUA PPAS

BREAKING NEWS: Polda NTT Periksa Penjabat Sekda TTU Soal Selisih Anggaran di KUA PPAS
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Penjabat Sekda TTU Fransiskus Tilis saat keluar dari ruangan Tipikor Polres TTU, Jumat (8/11/2019). 

BREAKING NEWS: Polda NTT Periksa Penjabat Sekda TTU soal selisih anggaran di KUA PPAS

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus ( Dirkrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT) kembali melakukan pemeriksaan terkait dengan kasus pembahasan RAPBD Kabupaten TTU tahun 2020.

Kali ini, penyidik memeriksa Penjabat Sekda Kabupaten TTU, Fransiskus Tilis dan beberapa anggota DPRD TTU. Fransiskus Tilis diperiksa sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Ia diperiksa di ruang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Mapolres TTU pada, Jumat (8/11/2019).

Jadi Wadah Silaturahmi, BPW KKSS NTT Bangun Kantor Sekretariat di Kota Kupang

Terpantau, Penjabat Sekda Kabupaten TTU, Fransiskus Tilis diperiksa selama tiga jam lebih oleh penyidik Dirkrimsus Polda NTT. Ia ditemani sejumlah pejabat di lingkup pemerintahan daerah Kabupaten TTU yang sementara berjaga di luar.

Usai diperiksa, Penjabat Sekda Kabupaten TTU, Fransiskus Tilis mengungkapkan, dirinya diperiksa terkait tupoksinya sebagai ketua TAPD dan juga terkait mekanisme dokumen anggaran dari pemerintah daerah ke DPRD TTU.

Plan Internasional Buat Pelatihan Wira Usaha Sanitasi di Atambua

"Saya tidak hafal berapa pertanyaan, tapi sebatas tupoksi TAPD, kemudian jabatan saya, kemudian sedikit terkait perbedaan dokumen yang pemerintah miliki dengan hasil banggar," ungkapnya.

Ketika ditanya apakah pemeriksaan terhadap dirinya itu terkait dengan selisih anggaran Rp. 200 miliar yang tertuang dalam KUA PPAS, Fransiskus sangat hati-hati dalam menjawab pertanyaan wartawan.

"Selisih anggaran itu oke, tapi nilainya berapa kita tidak tau. Hanya menyinggung tentang perbedaan angka antara hasil banggar dengan KUA PPAS," terangnya.

Fransiskus mengatakan, pemeriksaan terhadap dirinya sebenarnya merupakan tindakan pencegahan (kuratif) sehingga star awal dalam penyusunan anggaran sudah diingatkan oleh penegak hukum supaya selalu berhati-hati.

"Ya walaupun untuk kepentingan umum kita harus dudukan pada aturan yang berlaku," ujarnya.

Ditempat terpisah, Kapolres TTU AKBP Rishian Krisna Budhiaswanto membenarkan bahwa penyidik dari Polda NTT kembali melanjutkan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak terkait masalah pembahasan RAPBD TTU tahun 2020.

"Kegiatan hari ini merupakan tindaklanjut dari kemarin. Hari ini ada beberapa dari pemda dan dari DPRD yang diundang dari tim Polda NTT untuk dimintai klarifikasi terkait dengan situasi yang viral saat pelaksanaan sidang paripurna kemarin," terangnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Penulis: hansenpah
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved