Plan Internasional Buat Pelatihan Wira Usaha Sanitasi di Atambua

Yayasan Plan Internasional Indonesia buat pelatihan wira usaha sanitasi di Atambua

Plan Internasional Buat Pelatihan Wira Usaha Sanitasi di Atambua
POS-KUPANG.COM/Teni Jenahas
Peserta pelatihan wira usaha saat membuat pencetakan kloset dari fiber, Jumat (8/11/2019) 

Yayasan Plan Internasional Indonesia buat pelatihan wira usaha sanitasi di Atambua

POS-KUPANG.COM | ATAMBUA - Yayasan Plan Internasional dan mitranya Yayasan Pijar Timur berkerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Belu melaksanakan pelatihan wira usaha sanitasi bagi warga utusan desa dan puskesmas di Kabupaten Belu.

Peserta dilatih cara membuat cetakan kloset dari fiber dan semen serta pembuatan washtable atau tempat cuci dan kreasi usaha lainnya di bidang sanitasi. Kegiatan pelatihan berlangsung di Koramil 1605-01/Kota Atambua, Motabuik.

390 Siswa Kelas XII SMK Negeri 1 Aesesa di Nagekeo Ikut Simulasi UNBK

Perwakilan Yayasan Plan Internasional Indonesia, Suwardi mengatakan hal itu kepada Pos Kupang.Com, saat ditemui di Koramil 01 Atambua, Jumat (8/11/2019).

Menurut Suwardi, pelatihan wira usaha sanitasi di Kabupaten Belu dibagi dalam dua zona dengan jumlah kecamatan yang diintervensi sebanyak 12 dan lebih dari 30 desa. Untuk zona dua ada enam kecamatan dan 16 desa intervensi dengan jumlah peserta pelatihan di sekitar 48 orang dari perwakilan setiap desa dua orang dan sanitarian satu orang.

Janji PLN Untuk Pasang Jaringan Listrik ke Kampung Mera di Manggarai Timur Belum Terpenuhi


Pelatihan ini bertujuan mendukung program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Kemudian, melatih masyarakat agar bisa mengembangkan usaha di bidang penyedian sarana dan prasarana sanitasi.

Pelatihan wira usaha sanitasi ini dilatih oleh instruktur dari Asosiasi Usaha Sanitasi (Asus) Kupang.

Menurut Suwardi, lewat pelatihan ini, peserta memiliki kemampuan dan ketrampilan dalam membuat sarana dan prasarana sanitasi. Apalagi cetakan kloset ini dibuat dari bahan yang relatif murah.

Beberapa peserta kegiatan mengatakan, kegiatan pelatihan tersebut sangat bermanfaat bagi mereka karena mereka mendapat pengetahuan dan ketrampilan baru. Dengan ketrampilan yang dimiliki itu bisa membantu penghematan biaya dalam membangun jamban sehat.

Selama ini, masyarakat merasa membangun jamban sehat itu mahal ternyata bila ada ketrampilan membuat kloset akan terasa murah. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved