Ngada Terkini
SPBU Turekisa Ngada Kehabisan Solar, Nelayan hingga Petani Terdampak
Supervisor SPBU Turekisa, Martin Bria, menjelaskan kelangkaan disebabkan oleh pemblokiran sistem Pertamina, sehingga pihaknya tidak dapat menebus
Ringkasan Berita:
- Supervisor SPBU Turekisa, Martin Bria, menjelaskan kelangkaan disebabkan oleh pemblokiran sistem Pertamina
- Pihaknya masih menunggu kejelasan dari Pertamina dan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Ngada
- Pemblokiran dilakukan karena SPBU Turekisa menebus solar melebihi kuota bulanan yang ditetapkan
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Charles Abar
POS-KUPANG.COM, BAJAWA – Pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di SPBU 54.864.02 Turekisa, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, NTT, mengalami kelangkaan sejak 31 Oktober hingga Kamis (6/11/2025).
Kelangkaan ini berdampak pada aktivitas masyarakat, terutama petani, nelayan, pelaku UMKM, hingga pekerjaan proyek yang sangat bergantung pada BBM jenis solar.
Supervisor SPBU Turekisa, Martin Bria, menjelaskan kelangkaan disebabkan oleh pemblokiran sistem Pertamina, sehingga pihaknya tidak dapat menebus pasokan solar seperti biasanya.
“Kami tidak tahu apa alasan BPH Migas melakukan pemblokiran. Selama ini kuota yang kami tebus tetap sama, dan tidak ada surat pemberitahuan atau peringatan dari Pertamina maupun BPH Migas,” ujar Martin Bria kepada POS-KUPANG.COM, Kamis (6/11/2025).
Ia menambahkan, pihaknya masih menunggu kejelasan dari Pertamina dan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Ngada.
“Kami belum tahu pemblokiran ini akan berlangsung sampai kapan. Upaya koordinasi sedang kami lakukan bersama pemerintah daerah,” katanya.
Meski solar mengalami kelangkaan, stok BBM jenis pertalite di SPBU tersebut disebut masih stabil, dengan pasokan harian sekitar 16 kiloliter (KL).
Martin Bria menegaskan, kejadian seperti ini baru pertama kali dialami SPBU Turekisa.
Baca juga: Lima Pejabat Bersaing Rebut Kursi Sekda Kabupaten Ngada
“Sistem terkunci, sehingga surat order (SO) tidak keluar. Ini baru pertama kali kami alami sejak beroperasi,” jelasnya.
Sementara itu, Fernandes, perwakilan dari Depot Pertamina Ende, membenarkan bahwa pemblokiran sistem menjadi penyebab utama pasokan solar belum masuk ke SPBU.
Menurut Fernandes, berdasarkan informasi dari BPH Migas, pemblokiran dilakukan karena SPBU Turekisa menebus solar melebihi kuota bulanan yang ditetapkan.
“Ada pemblokiran dari sistem pusat. Biasanya baru bisa dibuka setelah triwulan berikutnya,” kata Fernandes.
“Mereka beralasan ada kelebihan kuota, sehingga sistem otomatis terblokir,” tambahnya.
Hingga kini, pihak SPBU Turekisa masih menunggu informasi resmi dari Pertamina dan BPH Migas terkait kapan pasokan solar bisa kembali normal.
“Kami belum tahu kapan akan dibuka kembali. Mungkin sampai Desember, tapi kami masih menunggu informasi lebih lanjut,” tutur Martin Bria.
Kelangkaan solar ini berdampak langsung pada melambatnya aktivitas ekonomi masyarakat Ngada, terutama di sektor pertanian, perikanan, UMKM, dan infrastruktur. (cha)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
| ASN Pemda Ngada Kerja Bakti di RSUD Bajawa, Sambut Perpindahan Pelayanan |
|
|---|
| Rutan Bajawa Tegaskan Komitmen "Zero Halinar" Lewat Apel Ikrar Pemasyarakatan |
|
|---|
| Pulau Ontoloe Ngada jadi Pusat Rehabilitasi Spesies Endemik Mbou |
|
|---|
| Dukcapil Ngada Jemput Bola Lengkapi Data Kependudukan Warga Binaan Rutan Bajawa |
|
|---|
| Siswi di Ngada NTT Minta Pendidikan Berkualitas Merata hingga Daerah Pegunungan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/SUASANA-Suasana-di-SPBU-Turekisa-Kecamatan-Bajawa-Kabupaten-Ngada-NTT.jpg)