UMP NTT

UMP NTT Naik Begini Tanggapan Pelaku Usaha di TTU

Kenaikan Upah Minimum Provinsi NTT ( UMP NTT ) mendapat tanggapan dari salah satu pelaku usaha lokal yang ada di TTU

UMP NTT Naik Begini Tanggapan Pelaku Usaha di TTU
ISTIMEWA
Toko Bangunan 

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Kenaikan Upah Minimum Provinsi NTT ( UMP NTT ) yang ditetapkan oleh pemerintah pusat melalui edaran Menaker pada tahun 2020 sebesar 8,51 persen dari UMP sebelumnya mendapat tanggapan dari salah satu pelaku usaha lokal yang ada di Kabupaten Timor Tengah Utara (  TTU), Yanto Tantri Senak.

Menurut pemilik Tokoh KCS Bangunan itu, kenaikan UMP tersebut tidak masalah baginya. Sebab, kenaikan UMP berkaitan erat dengan inflasi yang sedang terjadi sehingga menyebabkan kebutuhan pokok meningkat.

"Kalau kayak kami sebagai pelaku usaha, kami tidak sekedar mencari keuntungan saja, tapi bagaimana karyawan kami, mereka hidupnya layak. Jadi tidak masalah dengan kenaikan UMP," kata Yanto kepada Pos Kupang, Jumat (1/11/2019).

Upah Pekerja di Sikka Ikuti UMP NTT

Yanto menjelaskan, dirinya memberikan upah kepada seluruh karyawannya berupa gaji pokok. Rata-rata gaji pokok yang diberikan kepada karyawannya sebesar Rp. 1,2-1,3 Juta perbulan.

"Na itu belum lagi insentif yang mereka kerja. Misalnya bagian kaca kalau mereka potong per milimeter itu dihitung. Nanti setelah sebulan ditambah dengan gaji pokok maka bisa mencapai Rp. 3 juta. Begitu juga di bagian cat, alumanium, bagian print," ujarnya.

Respon Suster Dolorosa di Taman Seminari Flos Carmeli Sikka Didatangi Tamu dari Papua

Diakui Yanto, insentif yang diberikan oleh perusahaan kepada seluruh karyawannya rata-rata satu kali gaji, sehingga jika dihitung secara keseluruhan, maka upah yang diterima oleh karyawan akan melebihi UMP yang ditetapkan oleh pemerintah.

"Sehingga mereka tidak ada masalah dengan gaji. Dan itu berlaku bagi semua karyawan. Itu yang saya bilang sebagai win-win solution. Jadi perusahaan untuk dan karyawan juga bisa untung," ungkapnya.

Dengan penerapan pengupahan seperti itu, jelas Yanto, perusahaan pasti mendapatkan keuntungan dan karyawan juga mendapatkan upah yang layak sehingga nantinya pasti berdampak pada peningkatan kesejahteraan mereka.

"Penerapan upah yang seperti itu membuat mereka tidak akan lari dari saya. Karena mereka merasa bahwa mereka juga bisa memacu kemampuan mereka sehingga nilai UMP sebanyak itu tidak ada arti lagi bagi mereka," ungkapnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved