Bahaya Gelombang Tinggi dan Abrasi di Desa Pasir Putih Lembata, Warga Harap Waspada

Bahaya Gelombang Tinggi dan Abrasi di Desa Pasir Putih Lembata, Warga Harap Waspada

Bahaya Gelombang Tinggi dan Abrasi di Desa Pasir Putih Lembata, Warga Harap Waspada
POS-KUPANG.COM/Kepala Desa Pasir Putih, Isodorus Pasing
Foto abrasi 

Bahaya Gelombang Tinggi dan Abrasi di Desa Pasir Putih Lembata, Warga Harap Waspada

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Gelombang laut di Desa Pasir Putih, Kecamatan Nagawutung Kabupaten Lembata selama Tahun 2019 tidak stabil. Sebelum 2019 gelombang dan arus masih bisa diprediksi oleh para nelayan. Tahun ini gelombang tinggi terpantau sejak hari Kamis (24/10/2019) sampai saat ini.

Demikian yang disampaikan Kepala Desa Pasir Putih, Isodorus Pasing kepada Pos- Kupang.Com, Selasa (29/10/2019).

Dua Tersangka Kasus Korupsi Landscape Kantor Bupati TTS Dilimpahkan Ke Kejaksaan Negeri TTS

Menurut keterangannya, gelombang terbesar terjadi pada Senin (28/10/2019). Hingga Senin malam air laut mencapai daratan sejauh kurang lebih 30 meter.

"Di lokasi wisata Watanraja air laut melebihi lopo kurang lebih 7 meter. Di lokasi SDK MINGAR kurang lebih 50 meter air laut mencapai gedung sekolah," kata dia.

Genangan air laut juga mencapai jalan raya Desa Lolong menuju Desa Mingar. Kondisi gelombang laut yang tinggi ini semakin mengancam wilayah pesisir karena terjadinya abrasi di sepanjang garis pantai Desa Pasir Putih.

AHY Tak Jadi Menteri, Andi Arief Sebut Megawati Dendam ke SBY, Respon Puan Maharani Jadi Sorotan

Menurut Iso akibat dari abrasi ini tanaman yang ada di pesisir tumbang, pasir yang ada di pesisir ditarik ke dalam laut sehingga air laut semakin dekat ke daratan.

"Karena Desa Pasir Putih adalah wilayah yang berpotensi tsunami maka warga diharapkan tetap waspada dan dilarang untuk melaut dan mandi," pungkasnya.

Ketua Forum Penanggulangan Bencana Kabupaten Lembata, Andris Koban mengatakan angin yang sampai di Desa Pasir Putih, kekuatannya mungkin sudah melemah atau berkurang, tetapi di tengah laut kecepatan angin masih cukup kencang untuk menggerakan gelombang ke daratan atau pantai. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, RICKO WAWO)

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved