Ini yang Dilakukan Unimor Antisipasi Masuknya Paham Radikalisme di Wilayah Kampus
Ini yang dilakukan Unimor antisipasi masuknya paham radikalisme di wilayah kampus
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Kanis Jehola
Hal itu dilakuka, supaya ada keseimbangan antara kegiatan keorganisasian dengan keilmuan yang digelutinya.
"Misalnya mahasiswa baru pada saat awal masuk sudah diberikan pendalaman iman dan rekoleksi serta didampingi oleh para imam, pendeta, dan dari muslim, untuk memperdalam iman sehingga bisa mempersiapkan mereka masuk ke dunia pendidikan tinggi dengan dasar iman yang kuat," ungkapnya.
Arnoldus berharap, para mahasiswa harus lebih terbuka, berkomunikasi dengan berbagai pihak, berdialog dengan orang lain sehingga membuka bisa cakrawala berpikir mereka ke arah yang lebih maju.
"Saya juga berharap mereka memanfaatkan waktu dengan baik untuk menimba ilmu, meningkatkan keterampilan mereka, sehingga ketika mereka lulus, mereka bisa lebih mudah mendapatkan pekerjaan," terangnya.
Arnoldus juga meminta kepada seluruh mahasiswanya supaya dapat memanfaatkan waktu sebaik mungkin dengan berbagai kegiatan seperti belajar berwirausaha dan meningkatkan keterampilannya sehingga dapat menyiapkan diri mereka untuk masuk ke dunia kerja nantinya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)