Paroki Ka-Redong Aksi Diakonia Karikatif Bersama Dinas Kesehatan Manggarai

pelayanan Kesehatan gratis kepada 272 Orang Tua Lanjut Usia (Lansia) yang berasal dari Gendang Woang

Penulis: Aris Ninu | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/ARIS NINU
Dinas Kesehatan dan Paroki Ka-Redong, Manggarai melakukan aksi diakonia karitatif dalam bentuk memberi pelayanan Kesehatan gratis kepada 272 Orang Tua Lanjut Usia (Lansia) yang berasal dari Gendang Woang, Ka Sama, Ka Sale, Tuke, Mena dan Redong, Kamis (24/10/2019) pagi 

Paroki Ka-Redong Aksi Diakonia Karikatif Bersama Dinas Kesehatan Manggarai

POS-KUPANG.COM|RUTENG---Dinas Kesehatan dan Paroki Ka-Redong, Manggarai melakukan aksi diakonia karitatif dalam bentuk memberi pelayanan Kesehatan gratis kepada 272 Orang Tua Lanjut Usia (Lansia) yang berasal dari Gendang Woang, Ka Sama, Ka Sale, Tuke, Mena dan Redong, Kamis (24/10/2019) pagi.

Kegiatani ini dilaksanakan di Pendopo Pastoran, melibatkan 3 orang dokter dan 4 orang perawat dari Puskesmas Cancar dan Timung.

Richardus Roden Urut, Seksi Pengembangan Sosial Ekonomi dari Dewan Pastoral Paroki Ka-Redong kepada wartawan mengatakan, kegiatan pelayanan kesehatan kepada para lansia merupakan aksi diakonia Karitatif Paroki Ekaristi Kudus Ka-Redong untuk menindaklanjuti komitmen pastoral dari Keuskupan Ruteng Tahun 2019.

Lebih lanjut dia mengatakan, gereja pada tahun diakonia ini berkomitmen untuk memberi perhatian kepada Para Lansia sebagai satu cara menghadirkan gereja dalam pembangunan masyarakat manggarai.

Gereja sebagai mitra Pemerintah Kabupaten Manggarai harus selalu bergandengan tangan dalam mewujudkan masyarakat manggarai yang sehat.

"Selain diakonia Karitatif pada tahun ini Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong melalui seksi PSEnya juga melaksanakan program diakonia transformatif (pemberdayaan) dengan memberi pelatihan tentang bisnis pertanian organik. Kegiatan ini juga berkerjasama dengan Dinas Peternakan Kabupaten Manggarai. Tahun ini, 1 kelompok tani organik di Kampung Woang akan mendapatkan bantuan ternak babi sebanyak 10 ekor, untuk menjamin ketersediaan bahan baku pupuk organik," jelas Richardus, yang juga bekerja di Yayasan Ayo Indonesia Bidang Pemberdayaan.

Dia menambahkan, PSE Paroki Ekaristi Kudus Ka-Redong akan mendorong pemerintah agar Kelompok Basis Gerejawi (KBG)menjadi kelompok dampingan pemerintah baik untuk program pertanian, peternakan dan program sosial ekonomi yang lain.

"Dengan kata lain KBG bisa menjadi kelompok sosial masyarakat yang strategis untuk dijadikan sasaran program Pemerintah karena KBG adalah kelompok permanen dan tetap eksis sampai kapanpun," paparnya.

Pada kesempatan yang sama Kanisius Jani, Ketua Panitia menyampaikan kepada para Lansia bahwa kegiatan hari ini adalah bentuk perhatian Gereja kepada Umatnya, gereja harus merngambil bagian membantu umatnya dengan menghadirkan pemerintah dalam kegiatan diakonia karitatif, sebab gereja dan pemerintah adalah stakeholder yang bertanggungjawab mengurus atau memenuhi kebutuhan sosial masyarakat.

Dia mengharapkan, kegiatan karitatif ini akan menjadi program tahunan Dewan Pastoral Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong.

"Untuk itu, umat harus berpartisipasi mendukung Program DPP dengan cara melaksanakan Gerakan Syukur Seribu Sehari (GESSHAR) yang sudah diperkenalkan atau sosialisasi oleh TIM PEWARTA Paroki selama bulan Rosario (Oktober) tahun ini. Dengan GESSHAR kita membangun kemandirian dari, oleh dan tentu manfaatnya untuk umat sendiri," ungkap Kanis, Wakil Ketua DPP Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong.

Indonesia Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2021, Kalahkan Peru dan Brasil, Ini Kunci Kemenangan Indonesia

Tahapan Pemekaran 31 Desa di Mabar Sudah Proses ke Provinsi

Dia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupatan Manggarai dalam hal ini Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai yang telah membantu program diakonia di Paroki Ka-Redong, Manggarai.(ris)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved