Piter Bala Wukak Minta Manajer PLN Lembata Dicopot, Ini Jawaban Darius Uren
Anggota DPRD Piter Bala Wukak minta Manajer PLN Rayon Lembata Dicopot, ini jawaban Darius Uren
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
"Kalau ada desa yang sudah selesai dan bisa layak dioperasikan maka kami pasti bertahap. Jadi tidak bisa serentak 15 desa itu kami nyalakan sekaligus. Jangan sampai kalau kita tunggu 14 desa dan desa yang paling ujung belum selesai nanti tidak operasi juga."
Kalau prosesnya sudah selesai, pihak PLN akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat sebagai calon pelanggan soal kewajiban mereka seperti apa nanti.
Darius juga membantah kalau PLN mengambil pungutan dari masyarakat perihal pemasangan listrik di Atadei.
"Kami juga sudah mengimbau kepada desa-desa bahwa selama masih ada aktivitas pemasangan jaringan itu tidak boleh lakukan aktivitas pemasangan instalasi di rumah atau pungutan dan lainnya. Ketika sudah ada sosialisasi baru kita rekrut pelanggannya."
Pungutan-pungutan dari calon pelanggan itu, lanjut Darius, diduga dilakukan karena ada afiliasi antara kepala desa dan pihak kontraktor. Masyarakat pun mengira pungutan itu berasal dari PLN. Padahal pihak PLN tidak memungut sepeser pun dari masyarakat.
Dia berharap kalau prosesnya cepat maka pada Desember tahun ini sudah ada desa yang dialiri listrik dari PLN. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, RICKO WAWO)