Piter Bala Wukak Minta Manajer PLN Lembata Dicopot, Ini Jawaban Darius Uren

Anggota DPRD Piter Bala Wukak minta Manajer PLN Rayon Lembata Dicopot, ini jawaban Darius Uren

Piter Bala Wukak Minta Manajer PLN Lembata Dicopot, Ini Jawaban Darius Uren
POS KUPANG.COM/RICKO WAWO
Anggota DPRD Lembata Piter Bala Wukak 

Anggota DPRD Piter Bala Wukak minta Manajer PLN Rayon Lembata Dicopot, ini jawaban Darius Uren

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Anggota DPRD Lembata, Piter Bala Wukak kembali menyoroti kinerja Kantor PLN Unit Layanan Pelanggan ( ULP) Lembata dalam mengurus pemasangan jaringan listrik di Kecamatan Atadei Kabupaten Lembata.

Dia bahkan meminta Manajer PLN ULP Lembata dicopot karena tidak sanggup menyelesaikan masalah pasokan listrik di Kecamatan Atadei sampai saat ini.

Gaji 1.712 Guru Kontrak di TTU Belum Dibayar

"Kalau tidak selesaikan masalah listrik di sana, maka kami akan pergi sendiri ke Jakarta untuk bicarakan hal ini di Kementerian," tegas Piter dalam sesi jumpa pers di Hotel Anisa, Kota Lewoleba, Sabtu (12/10/2019).

Sebagai wakil rakyat, lanjut Piter, masyarakat sudah sangat resah dan marah karena sampai sekarang listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) belum juga masuk di 15 desa di Kecamatan Atadei Kabupaten Lembata.

Padahal tepat pada Sabtu (12/10/2019) hari ini, Lembata sudah berdiri secara otonom sebagai kabupaten selama 20 tahun.

Pelaku Penganiayaan Korban Yuliana Kuee Ditahan Polisi, Terancam Penjara Selama 2 Tahun

"Listrik masih jauh dari harapan. Masyarakat katakan jaringan sudah oke, masyarakat sudah kumpul uang, tanaman komoditi sudah ditebang untuk pasang jaringan, tapi listrik belum nyala. Kemarin saya sudah bisik pak Jonan (Menteri ESDM) supaya tangani masalah listrik di Lembata. Di seluruh Atadei sampai hari ini belum nyala," ungkapnya.

Piter menyebutkan sejak dua tahun lalu masyarakat di beberapa desa juga sudah diminta untuk mengumpulkan uang pemasangan listrik kepada rekanan atau pihak kontraktor yang berjanji akan pasang listrik di sana tapi hasilnya nihil hingga detik ini. Uang dikumpulkan berkisar dari Rp500 ribu sampai Rp1 juta.

"Masyarakat tunggu kapan listrik nyala. Ini masasalah masyarakat. Kita perlu kawal karena jangan sampai ada upaya untuk memperdaya masyarakat kecil. Ada proyek besar listrik di masyarakat."

Piter juga meminta Menteri ESDM Ignasius Jonan untuk memberi teguran keras kepada Manajer PLN Unit Induk Wilayah NTT di Kupang.

Halaman
12
Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved