VIDEO: Dua Perempuan di Nagekeo, Flores, Blokir Jalan Menuju SMA Negeri 2 Aesesa. Simak Videonya

VIDEO: Dua Perempuan di Nagekeo, Blokir Jalan Menuju SMA Negeri 2 Aesesa. Kedua perempuan itu, adalah Frederika Dhaka (37) dan Bibiana Legu (35).

"Pada tahun 2015, Ibu Frederika sudah menandatangani surat pernyataan pelepasan hak atas tanah itu. Dan yang menyerahkan tanah untuk kepentingan pembangunan jalan itu, bukan hanya dirinya,  tetapi juga ada warga yang lain,” ujar Abraham.

Selain itu, katanya, bukan hanya Frederika yang tidak mendapatkan kompensasi atas pelepasan tanah itu, tetapi warga lainnya.

“Sampai sekarang, semua yang merelakan tanah untuk pembuatan jalan itu, tidak menerima apa pun dari pemerintah,” ujarnya.

VIDEO: Dengarkan Suara Hati Warga NTT di Wamena-Papua. Mereka Minta Dipulangkan. Simak Videonya

VIDEO: Gara-gara Pasokan Premium Terlambat, Ratusan Kendaraan Antre di SPBU 02 TTS. Ini Videonya

VIDEO: Gedung SMPN 13 Kota Kupang Dirusak Sekelompok Pemuda. Ini Videonya

Abraham menjelaskan, pihaknya telah melihat kondisi rumah Frederika, yang memang tidak layak huni.

Untuk itu, melalui dana desa, pihaknya telah berusaha untuk memberikan bantuan perumahan kepada Frederika.

Akan tetapi, lanjut dia, saat pihaknya berusaha memberi solusi dengan membangun rumah agar layak huni, Frederika menolak bantuan tersebut karena dinilai tidak sesuai dengan nilai tanah dan tanaman yang dikorbankan untuk pembuatan jalan tersebut.

"Frederika menolak bantuan tersebut karena mengharapkan bantuan rumah ukuran 7x9 m2. Padahal, kemampuan keuangan desa hanya untuk rumah ukuran 6x7 m2 saja," jelas Abraham.

Abraham mengatakan pemerintah desa akan terus melakukan mediasi dan memberikan pengertian kepada Frederika.

Ia mengaku jika Ibu Frederika diberikan kompensasi, bagaimana dengan pemilik lahan lain yang kontribusinya sama atau bahkan lebih besar. Tentu hal tersebut akan menimbulkan masalah baru.

Ia berharap agar persoalan tersebut dapat segera diselesaikan, sehingga ruas jalan yang saat ini diblokir, bisa segera dibuka. Apalagi, jalan menuju sekolah, tidak hanya melewati tanah Frederika, tetapi juga bisa melewati ruas jalan alternatif lainnya.

Halaman
1234
Penulis: Gordi Donofan
Editor: Frans Krowin
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved