Sidang Sinode VII Keuskupan Larantuka Ada Lima Pokok Pembahasan, Apa Saja?

Dalam pelaksanaan Sidang Sinode VII Keuskupan Larantuka ada lima pokok pembahasan, apa saja?

Sidang Sinode VII Keuskupan Larantuka Ada Lima Pokok Pembahasan, Apa Saja?
POS-KUPANG.COM/EGINIUS MO’A
Logo Sinode VII Keuskupan Larantuka di Flores Timur 

Dalam pelaksanaan Sidang Sinode VII Keuskupan Larantuka ada lima pokok pembahasan, apa saja?

POS-KUPANG.COM |  LARANTUKA - Sidang Sinode VII 2019   digelar Keuskupan Larantuka, dimulai Kamis (10/10/2019). Lima hal pokok akan dibahas  yakni refleksi atas arah dasar hasil sinode VI, ammanat Kitab Hukum Kanonik, panorama gereja lokal Keuskupan Larantuka pasca Sinode VI, perayaan 100 tahun Maximum Illud dan Kongras Nasional Maximum Illud serta Bulan Misi Luar Biasa.

Berdasarkan hasil perumusan Tim Khusus Lineamenta Sinode VII Tahun 2019 Keuskupan Larantuka disebutkan, Sinode VII tersebut dilaksanakan dengan panduan hasil Sinode VI. Hasil Sinode VI menjadi panduan dan pedoman arah  program pastoral dan karya pelayanan Gereja Lokal Keuskupan Larantuka. Sinode VI berjalan kurun waktu 2013-2017.

Evaluasi Pemilu 2019 Hanura NTT Gelar Rapimda, Lihat Agendanya

“Arah dasar Sinode VI, berisi sejumlah formula yang memiliki hubungan logis dan kausal, yakni paham dasar gereja lokal, visi, misi, tujuan, strategis pastoral, isu pastoral, program dan strategisnya, serta komitmen implementasi berbasis sumber daya dukung setelah menjalankan amanah Sinode VI, mengimplementasikan dan mengevaluasi partisipatif pada segala level (2018) yang berpuncak pada lokakarya tingkat Dekenat (2019),” kata Romo Yansen Raring, Pr, Tim Khusus Lineamenta Sinode VII Tahun 2019 Keuskupan Larantuka, Rabu    (9/10/2019).

Penyelenggaraan Sidang Sinode VII Keuskupan Larantuka ini untuk merefleksikan arah dasar dan menetapkan prioritas program untuk jangka waktu ke depan Program Jangkah Pendek Tahap (PJPT) III. Sinode VII Keuskupan Larantuka bertepatan dengan penerapan bulan ini oleh Paus Fransiskus sebagai “Bulan Misi Luar Biasa” dalam rangkah memperingati 100 tahun Surat Apostolik Maximum Illud yang dikeluarkan oleh Paus Benediktus XV pada 30 November 1919.

Pemkab Ngada Datangkan Investor Jakarta Lihat Potensi Pertanian dan Pariwisata

Gereja lokal Keuskupan Larantuka turut terajak merefleksikan dan mengevaluasi sebagai yang “dibaptis dan diutus” dengan memperhatikan butir-butir inti dari pesan surat apostolik, yakni pada satu sisi mewartakan Injil ke seluruh dunia dan pada sisi lain membangun kehidupan gereja lokal.

Relevan  ajakan merespon “zaman baru” dengan “semangat baru” dan komitmen yang terus diperbaharui”, baik terkait relasi gereja dan negara maupun perihal iman dan persaudaraan lintas budaya dalam konteks Indonesia termasuk lintas agama dan keyakinan. Konteks gereja lokal, ajakan pada seabad lalu membangun kemandirian dan berjiwa misioner sungguh sejalan dengan visi gereja lokal Keuskupan Larantuka menjadi “gereja-umat Allah yang mandiri dan misioner”.

Sidang Sinode VII Tahun 2019 Keuskupan Larantuka berlangsung dari Kamis hingga Minggu (10-13/10/2019) di Paroki San Juan Lebao Tengah, Kecamatan Larantuka,  terpusat di  Gedung Multi Event Hall Orang Muda Katolik (OMK) Keuskupan Larantuka. Sinode ini dibuka oleh Uskup Keuskupan Larantuka, Mgr Fransiskus Kopong Kung, Pr,  Kamis (10/10) pukul 16.00 Wita.

Sidang Sinode VII Keuskupan Larantuka mengusung tema besar, Gereja Umat Allah yang Mandiri dan Misioner-Realitas Pasca Program PJPT II dan Rancang-Aksi Program PJPT III.(laporan  wartawan pos-kupang.com, eginius mo’a).

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved