Bupati Sikka Minta Kepala Sekolah Jangan Usir Anak Belum Bayar Uang Sekolah

Pejabat Bupati Sikka minta Kepala Sekolah jangan usir anak belum bayar uang sekolah

Bupati Sikka Minta Kepala Sekolah Jangan Usir Anak Belum Bayar Uang Sekolah
POS-KUPANG.COM/Eginius Mo'a
Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, Rabu (9/10/2019) memberikan pengarahan kepada calon kepala sekolah pada pendidikan dan latihan di Hotel Wailiti, 4 Km arah utara Kota Maumere, Pulau Flores. 

Pejabat Bupati Sikka minta Kepala Sekolah jangan usir anak belum bayar uang sekolah

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Menempati jabatan kepala sekolah TK, SD dan SMP di Sikka, Pulau Flores, sejumlah 58 orang calon kepala sekolah menjalani pendidikan dan pelatihan (Diklat) 300 jam.

Kepala para calon kepala sekolah, Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo mewanti-wanti tidak mengusir anak yang belum melunasi uang sekolah.

"Saya tidak mau dengar kepala sekolah usir anak dari sekolah karena uang sekolah maka saya langsung copot kepala sekolah, " tegas Roby Idong, sapaan Fransiskus Roberto Diogo, kepada peserta Diklat di Hotel Wailiti, 4 Km arah utara Kota Maumere, Pulau Flores.

Sisihkan Empat Nominasi, Tribunnews Terima Anugerah Tokoh Standardisasi 2019 dari BSN

Menurut Roby, sekolah punya dana bos dan dana komite, sehingga tidak ada lagi alasan untuk usir anak dari skolah. Kalau ada kepala sekolah mengusir anak merupakan kejahatan dan diberi sanksi berat.

Roby menantang calon kepala sekolah punya ambisi tinggi memajukan pendidikan dan meningkatkan kualitas diri untuk mengelola lembaga pendidikan yang dipimpin.

Ia juga minta calon kepala sekolah melakukan kunjungan rumah khusus anak yang perkembangan kecerdasannya kurang atau lambat. Kepala sekolah harus berwawasan luas, sehingga mampu mengarahkan guru dan peserta didikmakin maju dan berkembang maji.

Masyarakat di 9 Desa Binaan TN Matalawa, Pamerkan Teknologi Tepat Guna dan Produk Pangan Lokal

Semua kita, kata Roby, menghendaki pendidikan dasar di Sikka harus baik dengan predikat memuaskan bahkan bila perlu sangat memuaskan. Di Sikka, 60% penduduk berpendidikan SD ke bawah, karena itu harus ada peningkatan dari tahun ke tahun.

"Selama kami memimpin, Sikka harus masuk lima besar di NTT. Saya akan kawal pendidikan di Sikka, pendanaan dan juga managemen sekolah," tegas Roby.

Roby mengingatkan supaya anak usia sekolah harus sekolah dan jangan ada yang tidak sekolah ataupun putus sekolah.

 Diklat dimulai sejak Selasa (8/10/2019) sampai Selasa (15/10/2019), dibuka Bupati Sikka, Rabu (9/10/2019) melibatkan dua orang calon kepala TK, 46 orang calon kepala SD dan 10 orang calon kepala SMP. (laporan reporter pos-kupang.com, eginius mo'a).

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved