Masyarakat di 9 Desa Binaan TN Matalawa, Pamerkan Teknologi Tepat Guna dan Produk Pangan Lokal

Warga masyarakat di 9 desa binaan Balai TN Matalawa, pamerkan Teknologi Tepat Guna dan produk Pangan Lokal

Masyarakat di 9 Desa Binaan TN Matalawa, Pamerkan Teknologi Tepat Guna dan Produk Pangan Lokal
POS-KUPANG.COM/Robert Ropo
Kegiatan Gelar Teknologi dan Produk Desa Binaan yang berlangsung di Aula Gedung Nasional, Umbu Tipuk Marisi Kota Waingapu. 

Warga masyarakat di 9 desa binaan Balai TN Matalawa, pamerkan Teknologi Tepat Guna dan produk Pangan Lokal

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Kawasan Taman Nasional Matalawa ( TN Matalawa) sebagai kawasan konservasi yang berada di wilayah Pulau Sumba, NTT, dengan wilayah membentang di Sumba Barat, Sumba Tengah dan Sumba Timur dengan dikelilingi oleh 54 desa yang berada di pinggiran kawasan.

Keberadaan desa-desa itu, tentunya sebagai kekuatan dan ancaman terhadap kelestarian kawasan itu sendiri sebagai satu-satunya tempat habitat burung endemik dan perlindungan terhadap daerah tangkapan air (DAS) sebagai sumber air untuk masyarakat Pulau Sumba pada umumnya.

Berkendara Nyaman Rumah Aman dengan Ace Hardware Lippo Plaza Kupang

Pengelolaan Taman Nasional Manupeu Tanah Daru (TN Matalawa) dilakukan dengan cara pelibatan masyarakat dalam hal ini adalah pemberdayaan masyarakat baik di luar kawasan
maupun di dalam kawasan (Kemitraan Konservasi), berbagai upaya telah dilaksanakan pada kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dimulai dengan identifikasi potensi wilayah desa dan sekitarnya serta hasil hutan bukan kayu pada zona tradisional sampai dengan peningkatan kapasitas masyarakat dengan konsep 'PETIK, OLAH dan JUAL' pada beberapa desa di sekitar kawasan.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Balai Matalawa, Ir. Memen Suparman, MM saat membuka kegiatan Gelar Teknologi dan Produk Desa Binaan yang berlangsung di Aula Gedung Nasional, Umbu Tipuk Marisi Kota Waingapu, Rabu (9/10/2019).

BREAKING NEWS: Yohanes Olin, Tersangka Korupsi Pembangunan Embung Nimasi Ditahan Kejari TTU

Dijelaskan, Memen, konsep tersebut telah dilakukan selama kurun waktu 2 tahun terakhir. Pihaknya menyadari konsep itu belum dilakukan secara merata di semua desa di sekitar kawasan TN Matalawa, namun sejauh ini sudah ada sembilan desa binaan yang telah diterapkan konsep itu.

Adapun desa yang telah pihaknya terapkan konsep itu, urai Memen, yakni Desa Bidipraing, Kecamatan Lewa Tidahu, Kabupaten Sumba Timur dengan konsep budidaya tanaman holtikultura, tanaman MPts dan tanaman umur panjang dengan menerapkan teknologi tepat guna serta pengolahan panganan lokal. Desa Kambata Wundut di Kecamatan Lewa, Kabupaten Sumba Timur dengan konsep pengolahan kunyit menjadi jamu tradisional dengan teknologi tepat guna.

Desa Padiratana Kecamatan Umbu Ratu Nggay Kabupaten Sumba Tengah dengan konsep budidaya itik dan pengolahan pasca panennya serta pengolahan panganan local
(kripik). Desa Manurara pengelolaan lahan pertanian bersama mitra JICS

Desa Waimanu, Kecamatan Katikutana Kabupaten Sumba Tengah dengan konsep pengolahan kripik bersama mitra JICS. Desa Laputi Kecamatan Tabundung Kabupaten Sumba Timur dalam pengelolaan kopi.

Desa Katikuloku, Kecamatan Wanokaka Kabupaten Sumba Barat dalam pembuatan prebiotik dan budidaya ikan air tawar. Desa Wanggameti, Kecamatan Matawai Lapau Kabupaten Sumba Timur dalam pengolahan pasca panen. Dan Desa Umamanu, Kecamatan Lewa Tidahu, Kabupaten Sumba Timur dalam pembuatan gula sabu dan kerajinan bamboo.

Halaman
12
Penulis: Robert Ropo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved