Demo tolak revisi UU KUHP

DPR Desak Jokowi Copot Wiranto, Buntut 2 Mahasiswa Tewas di Kendari, Menkopolhukam Dianggap Gagal

Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi Demokrat, Erma Ranik meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencopot Menkopolhukam Wiranto.Ini alasanya

DPR Desak Jokowi Copot Wiranto, Buntut 2 Mahasiswa Tewas di Kendari, Menkopolhukam Dianggap Gagal
(ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA) via Kompas.com
Mahasiswa dari sejumlah elemen mahasiswa se-Jabodetabek berunjuk rasa di depan kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/9/2019). Ribuan mahasiswa yang berasal dari sejumlah elemen mahasiswa se-Jabodetabek turun ke jalan berdemonstrasi menolak UU KPK dan pengesahan RUU KUHP. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj. 

DPR Desak Jokowi Copot Wiranto, Buntut 2 Mahasiswa Tewas di Kendari, Menkopohukam Dianggap Gagal

POS-KUPANG.COM- DPR eDsak Jokowi Copot Wiranto, Buntut 2 Mahasiswa Tewas di Kendari, Menkopohukam Dianggap Gagal

Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi Demokrat, Erma Ranik meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencopot Menkopolhukam Wiranto.

Dia menilai Wiranto gagal mengantisipasi aksi unjukrasa dalam beberapa hari terakhir ini sehingga kemudian menewaskan 2 orang mahasiswa di Sulawesi Tenggara.

"Selaku anggota komisi hukum DPR RI, meminta kepada presiden Joko Widodo untuk Mencopot Menkopolhukam Wiranto karena terbukti gagal dalam melakukan antisipasi terhadap persoalan politik dan keamanan yang menjadi domain wilayah kerjanya," katanya, Jumat (27/9/2019).

Dua Mahasiswa Tewas Tertembak Saat Demo , Wakapolri Langsung ke Kendari, Presiden Berbelasungkawa

Soal kinerja Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam serentetan aksi unjuk rasa yang terjadi belakangan ini, Erma Manik justru meminta agar Polri mengusut tuntas pelaku kekerasan terhadap mahasiswa.

"Siapa aparat yang terlibat, peluru apa yang telah membunuh adik adik mahasiswa. Jika polisi menggunakan peluru karet. Mahasiswa pasti tidak akan mati," katanya.

Erma Manik juga meminta Kapolri mencopot Kapolda Sulawesi Tenggara karena terbukti tidak profesional dalam menangani aksi demonstrasi.

Seharusnya menurut dia, dalam menangani unjukrasa tidak menggunakan pendekatan represif.

"Hindari! karena akan menimbulkan korban. Indonesia adalah negara demokrasi," pungkasnya.

Mahasiswa Tak Ingin Diundang ke Istana, Kabulkan Tuntutan, Senin Demo Lagi

Halaman
1234
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved