Jumat, 29 Mei 2026

Ini Yang Dilakukan Pemkot Kupang Terkait Warga Krisis Air Bersih

diskusi bersama Media desk Kota Kupang. Krisis air bersih menjadi salah satu topik hangat dalam diskusi tersebut.

Tayang:
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI
Dua warga TDM tengah mengecek keran air di rumah mereka, RT 11 Kelurahan Tuak Daun Merah, Kota Kupang, Kamis (26/9/2019) 

Menurutnya, sumber-sumber air dari sumur bor air tanah dan air baku yang dibangun dekat dengan jaringan existing PDAM yang tersuplai dari Bendungan Tilong bisa menjadi alternatif untuk membantu mengatasi krisis air bersih.

Warga TDM Mengeluh Sudah Sebulan Krisis Air

Pasokan air dari Bendungan Tilong ke pelanggan PDAM Kota Kupang dan Kabupaten Kupang sudah sebulan terakhir ini berhenti.

Akibatnya, warga kelurahan Tuak Daun Merah (TDM), mengalami krisis air dan terpaksa beralih membeli air tanki.

Kelurahan TDM merupakan satu dari tiga kelurahan terparah di Kota Kupang yang mengalami krisis air bersih. Dua kelurahan lainnya, yakni Naimata dan Penfui.

Agnes Save, warga RT 11 diwawancarai POS-KUPANG.COM, di kediamannya, Kamis (26/9/2019) mengatakan, sudah sebulan terakhir ini mereka membeli tanki.

"Yah kita terpaksa beli air tanki, walaupun harganya juga sudah naik, dulu enam puluh ribu, sekarang, tujuh puluh sampai delapan puluh ribu," ungkapnya.

Karena sudah sebulan, air dari keran tidak mengalir, kata Agnes, mereka sampai enggan mengecek atau membuka keran air. "Kami sampai jengkel, karena memang percuma. Tapi sudahlah, kami tunggu hujan saja," keluhnya.

Menurutnya, kualitas air dari Bendungan Tilong yang selama ini mereka konsumsi juga tidak bagus, keruh dan berwarna kekuningan. "Jadi itu untuk mandi dan mencuci, kalau untuk masak, kami kadang harus beli galon," ungkapnya.

Hal senada diungkapkan tetangga Agnes, yang tak mau namanya ditulis. Menurutnya, memang bukan hanya Kota Kupang saja yang alami krisis air bersih, tetapi pemerintah dan masyarakat harus segera menemukan solusi krisis air bersih baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Beginilah Saat Bupati Korinus Motivasi Pemuda Klasis Amarasi Timur di Muspel & Camp Pemuda

"Jadi sebenarnya sudah sering nih krisis air bersih dan kami ini sudah sebulan tapi tidak ada tanggapan atau upaya dari pemerintah. Bagaimana ini? Harus ada solusi jangka pendek dan panjang agar masalah yang sama setidaknya bisa diminimalisir," jelasnya.

Terkait program Pemkot Kupang melalui Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang, mendistribusi air secara gratis ke warga, kata dia, belum sampai ke kelurahan TDM.

Ia mengaku sudah mendengar program untuk mengatasi krisis air tersebut, namun sampai saat ini, menurutnya, mereka belum menerima bantuan dimaksud.

Bupati Gidion Perintahkan Kades Bangun Tanda Larangan di Lokasi Air Terjun Tanggedu

"Yah mungkin masih di Kelurahan lain. Saya tidak tau, tapi jangan lupa perhatikan kami di sini, karena kami juga parah. Kalau tidak salah air gratis itu juga diperuntukan bagi keluarga pra sejahtera. Itu untuk jangka pendek, tapi jangan lupa Pemkot Kupang pikirkan solusi jangka panjangnya," tegasnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Sumber: Pos Kupang
Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved