Kamis, 28 Mei 2026

Ini Yang Dilakukan Pemkot Kupang Terkait Warga Krisis Air Bersih

diskusi bersama Media desk Kota Kupang. Krisis air bersih menjadi salah satu topik hangat dalam diskusi tersebut.

Tayang:
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI
Dua warga TDM tengah mengecek keran air di rumah mereka, RT 11 Kelurahan Tuak Daun Merah, Kota Kupang, Kamis (26/9/2019) 

Namun, lanjutnya, di kelurahan atau di RT/RW tidak ada bak penampung umum yang bisa diakses oleh warga, sehingga distribusi air kepada warga memakan waktu karena warga harus mengantre.

"Ini jadi kendala juga untuk kami. Karena kami harus melayani warga satu-satu, kalau ada bak penampung yang bisa diakses oleh warga, maka sehari kita bisa suplai air bersih lebih dari empat ret," ungkapnya.

Menurutnya, berdasarkan perkiraan dari BMKG, musim hujan diperkirakan mulai pada akhir November atau awal Desember sementara itu debet air Tilong yang melayani 14, kelurahan turun.

"Tahun anggaran kita akan distribusikan sebanyak 250 tanki air ke semua kelurahan, tentu yang mendapat porsi yang lebih banyak yakni di kelurahan krisis air bersihnya tinggi," jelasnya.

Terkait kendala, tidak adanya bak penampung, kata Judi, pihaknya sudah membuat proposal ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat untuk pengadaan tandon.

Apa yang Terjadi di Bendungan Tilong Warga Kota Kupang Krisis Air Bersih

Terpisah Plt. Direktur Marius Seran di ruang kerjanya mengatakan, Bendungan Tilong yang dikelola oleh BLUD SPAM NTT untuk melayani pelanggan air minum PDAM Kota Kupang dan Kabupaten Kupang dalam sebulan terakhir ini tidak beroperasi sehingga membuat warga Kota Kupang mengalami krisis air bersih.

Di Kota Kupang tercatat ada 14 Kelurahan yang mendapat air dari bendungan tersebut, yakni, Kelurahan Naimata, Penfui, Liliba, Tuak Daun Merah (TDM), Kayu Putih, Oebobo, Lasiana, Oesapa Barat, Oesapa Selatan dan Pasir Panjang.

Tiga kelurahan terparah mengalami krisis air bersih yakni, Naimata, Penfui, dan Tuak Daun Merah.

Ia mengatakan dari total jumlah pelanggan PDAM Kota Kupang sebanyak 12 ribu pelanggan, empat ribu pelanggan diantaranya, merupakan warga dari 14 kelurahan tersebut.

Menurutnya, pada Agustus 2019 lalu, warga mengeluh air dari Bendungan Tilong yang dikelola oleh BLUD SPAM Provinsi NTT tersebut, keruh. Menindaklanjuti keluhan warga, PDAM Kota Kupang meminta BLUD SPAM NTT agar segera memperbaiki kualitas air.

"Kami komplain ke mereka, karena kita juga pelanggan berdasarkan fakta yang ditemukan oleh warga bahwa air dari Tilong itu keruh dan berwarna kekuningan," ungkapnya.

Marius mengatakan sudah sebulan Tilong berhenti, tidak beroperasi, sementara Pihak BLUD SPAM NTT meminta waktu untuk melakukan treatmen khusus untuk memperbaiki kualitas air.

Mahfud MD Ungkap Nasib UU KPK Hasil Revisi Jika Presiden Jokowi Tolak Tanda Tangan,Apakah Tetap Sah?

"Kemarin, mereka sempat coba mengoperasikan kembali, alirkan air, tapi belum pastikan apakah akan konsisten. Nah karena debet airnya juga turun maka nanti ada pengurangan jadwal, jadi tidak seperti jadwal yang sebelumnya," jelas Marius.

Dijelaskannya, untuk mengatasi masalah krisis air bersih tersebut, PDAM Kota Kupang tengah berupaya membangun komunikasi dengan pihak Balai Sungai Wilayah NTT II.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved