Sabtu, 30 Mei 2026

Ini Yang Dilakukan Pemkot Kupang Terkait Warga Krisis Air Bersih

diskusi bersama Media desk Kota Kupang. Krisis air bersih menjadi salah satu topik hangat dalam diskusi tersebut.

Tayang:
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI
Dua warga TDM tengah mengecek keran air di rumah mereka, RT 11 Kelurahan Tuak Daun Merah, Kota Kupang, Kamis (26/9/2019) 

Ini Yang Dilakukan Pemkot Kupang Terkait Warga Krisis Air Bersih

POS-KUPANG | KUPANG - Warga Kota Kupang tengah mengalami krisis air bersih, dampak dari kemarau panjang dan terhentinya pasokan air dari Bendungan Tilong yang selama ini melayani pelanggan PDAM Kota Kupang di 14 Kelurahan.

Pemkot Kupang, Kamis (26/9/2019) menggelar diskusi bersama Media desk Kota Kupang. Krisis air bersih menjadi salah satu topik hangat dalam diskusi tersebut.

Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore menegaskan, Pemkot Kupang tidak diam melihat warga Kota Kupang yang dilanda krisis air bersih.

"Berbagai upaya sedang dijalankan dan program jangka panjang atasi masalah air bersih, sudah kita pikirkan dan akan kita kerjakan," ungkap mantan anggota DPR RI itu.

Pasca ditetapkan siaga krisis air bersih, Senin (23/9/2019) Jefri memerintahkan para lurah untuk segera memasukkan data keluarga-keluarga tidak mampu yang paling membutuhkan pasokan air bersih di wilayah masing-masing.

Lanjut Jefri, semua armada mobil tangki yang dimiliki BPBD Kota Kupang, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Kupang, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang (LHK) Kota Kupang, Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang dikerahkan untuk mendistribusikan air bersih, terutama kepada masyarakat tidak mampu.

Selain itu, kata dia, Pemkot Kupang telah bersurat kepada para pemilik usaha tempat pengisian air di wilayah Kota Kupang agar pelayanan buka 24 jam selama masa krisis air bersih.

Dijelaskannya, progam jangka panjang untuk mengatasi masalah air bersih Pemkot Kupang mencanangkan program tanam pohon dan air. Penjabarannya, setiap keluarga wajib menanam satu pohon dan untuk ASN yang sudah berkeluarga wajib menanam dua pohon.

Selain itu, lanjutnya, Pemkot Kupang akan menanamkan sebanyak lima ribu pohon. Tiga ribu pohon akan ditanam pohon beringin dan jenis pohon besar lainnya di beberapa lokasi, antara lain, Naioni, Fatukoa, Sikumana, Kolhua dan Bello.

Kelima lokasi ini dipilih karena berada diatas ketinggian sehingga bisa menampung air yang dapat dialirkan ke dataran rendah. Penanaman dilakukan pada Oktober atau November. Sementara itu dua ribu pohon kecil/sedang, seperti bunga kertas, akasia, tapak lencana dan sepe akan ditanam di taman-taman di Kota Kupang.

BPBD Kota Kupang Suplai Air Bersih Warga Tak Punya Bak Penampung

Menindaklanjuti arahan Wali Kota Kupang, Badan Penanggulan Bencana Daerah Kota Kupang sudah mulai beroperasi mendistribusikan air bersih ke warga sesuai data dari pihak Kelurahan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Kupang, Judi R. Taulo, diwawancarai POS-KUPANG.COM, Rabu (25/9/2019) di Hotel Neo Aston, Kota Kupang mengatakan, pihaknya saat ini sudah beroperasi mensuplai air ke warga.

"Tim kami setiap hari suplai air ke lokasi-lokasi warga, menurut data yang kami terima dari pihak kelurahan. Memang kita belum menjangkau semua kelurahan. Air itu kami beli dari penyedia air kemersil. Ada empat mobil tangki yang beroperasi setiap hari, empat ret dalam sehari di lokasi yang berbeda" ungkapnya.

Namun, lanjutnya, di kelurahan atau di RT/RW tidak ada bak penampung umum yang bisa diakses oleh warga, sehingga distribusi air kepada warga memakan waktu karena warga harus mengantre.

"Ini jadi kendala juga untuk kami. Karena kami harus melayani warga satu-satu, kalau ada bak penampung yang bisa diakses oleh warga, maka sehari kita bisa suplai air bersih lebih dari empat ret," ungkapnya.

Menurutnya, berdasarkan perkiraan dari BMKG, musim hujan diperkirakan mulai pada akhir November atau awal Desember sementara itu debet air Tilong yang melayani 14, kelurahan turun.

"Tahun anggaran kita akan distribusikan sebanyak 250 tanki air ke semua kelurahan, tentu yang mendapat porsi yang lebih banyak yakni di kelurahan krisis air bersihnya tinggi," jelasnya.

Terkait kendala, tidak adanya bak penampung, kata Judi, pihaknya sudah membuat proposal ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat untuk pengadaan tandon.

Apa yang Terjadi di Bendungan Tilong Warga Kota Kupang Krisis Air Bersih

Terpisah Plt. Direktur Marius Seran di ruang kerjanya mengatakan, Bendungan Tilong yang dikelola oleh BLUD SPAM NTT untuk melayani pelanggan air minum PDAM Kota Kupang dan Kabupaten Kupang dalam sebulan terakhir ini tidak beroperasi sehingga membuat warga Kota Kupang mengalami krisis air bersih.

Di Kota Kupang tercatat ada 14 Kelurahan yang mendapat air dari bendungan tersebut, yakni, Kelurahan Naimata, Penfui, Liliba, Tuak Daun Merah (TDM), Kayu Putih, Oebobo, Lasiana, Oesapa Barat, Oesapa Selatan dan Pasir Panjang.

Tiga kelurahan terparah mengalami krisis air bersih yakni, Naimata, Penfui, dan Tuak Daun Merah.

Ia mengatakan dari total jumlah pelanggan PDAM Kota Kupang sebanyak 12 ribu pelanggan, empat ribu pelanggan diantaranya, merupakan warga dari 14 kelurahan tersebut.

Menurutnya, pada Agustus 2019 lalu, warga mengeluh air dari Bendungan Tilong yang dikelola oleh BLUD SPAM Provinsi NTT tersebut, keruh. Menindaklanjuti keluhan warga, PDAM Kota Kupang meminta BLUD SPAM NTT agar segera memperbaiki kualitas air.

"Kami komplain ke mereka, karena kita juga pelanggan berdasarkan fakta yang ditemukan oleh warga bahwa air dari Tilong itu keruh dan berwarna kekuningan," ungkapnya.

Marius mengatakan sudah sebulan Tilong berhenti, tidak beroperasi, sementara Pihak BLUD SPAM NTT meminta waktu untuk melakukan treatmen khusus untuk memperbaiki kualitas air.

Mahfud MD Ungkap Nasib UU KPK Hasil Revisi Jika Presiden Jokowi Tolak Tanda Tangan,Apakah Tetap Sah?

"Kemarin, mereka sempat coba mengoperasikan kembali, alirkan air, tapi belum pastikan apakah akan konsisten. Nah karena debet airnya juga turun maka nanti ada pengurangan jadwal, jadi tidak seperti jadwal yang sebelumnya," jelas Marius.

Dijelaskannya, untuk mengatasi masalah krisis air bersih tersebut, PDAM Kota Kupang tengah berupaya membangun komunikasi dengan pihak Balai Sungai Wilayah NTT II.

Menurutnya, sumber-sumber air dari sumur bor air tanah dan air baku yang dibangun dekat dengan jaringan existing PDAM yang tersuplai dari Bendungan Tilong bisa menjadi alternatif untuk membantu mengatasi krisis air bersih.

Warga TDM Mengeluh Sudah Sebulan Krisis Air

Pasokan air dari Bendungan Tilong ke pelanggan PDAM Kota Kupang dan Kabupaten Kupang sudah sebulan terakhir ini berhenti.

Akibatnya, warga kelurahan Tuak Daun Merah (TDM), mengalami krisis air dan terpaksa beralih membeli air tanki.

Kelurahan TDM merupakan satu dari tiga kelurahan terparah di Kota Kupang yang mengalami krisis air bersih. Dua kelurahan lainnya, yakni Naimata dan Penfui.

Agnes Save, warga RT 11 diwawancarai POS-KUPANG.COM, di kediamannya, Kamis (26/9/2019) mengatakan, sudah sebulan terakhir ini mereka membeli tanki.

"Yah kita terpaksa beli air tanki, walaupun harganya juga sudah naik, dulu enam puluh ribu, sekarang, tujuh puluh sampai delapan puluh ribu," ungkapnya.

Karena sudah sebulan, air dari keran tidak mengalir, kata Agnes, mereka sampai enggan mengecek atau membuka keran air. "Kami sampai jengkel, karena memang percuma. Tapi sudahlah, kami tunggu hujan saja," keluhnya.

Menurutnya, kualitas air dari Bendungan Tilong yang selama ini mereka konsumsi juga tidak bagus, keruh dan berwarna kekuningan. "Jadi itu untuk mandi dan mencuci, kalau untuk masak, kami kadang harus beli galon," ungkapnya.

Hal senada diungkapkan tetangga Agnes, yang tak mau namanya ditulis. Menurutnya, memang bukan hanya Kota Kupang saja yang alami krisis air bersih, tetapi pemerintah dan masyarakat harus segera menemukan solusi krisis air bersih baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Beginilah Saat Bupati Korinus Motivasi Pemuda Klasis Amarasi Timur di Muspel & Camp Pemuda

"Jadi sebenarnya sudah sering nih krisis air bersih dan kami ini sudah sebulan tapi tidak ada tanggapan atau upaya dari pemerintah. Bagaimana ini? Harus ada solusi jangka pendek dan panjang agar masalah yang sama setidaknya bisa diminimalisir," jelasnya.

Terkait program Pemkot Kupang melalui Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang, mendistribusi air secara gratis ke warga, kata dia, belum sampai ke kelurahan TDM.

Ia mengaku sudah mendengar program untuk mengatasi krisis air tersebut, namun sampai saat ini, menurutnya, mereka belum menerima bantuan dimaksud.

Bupati Gidion Perintahkan Kades Bangun Tanda Larangan di Lokasi Air Terjun Tanggedu

"Yah mungkin masih di Kelurahan lain. Saya tidak tau, tapi jangan lupa perhatikan kami di sini, karena kami juga parah. Kalau tidak salah air gratis itu juga diperuntukan bagi keluarga pra sejahtera. Itu untuk jangka pendek, tapi jangan lupa Pemkot Kupang pikirkan solusi jangka panjangnya," tegasnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved