STKIP Weetabula, Sumba Barat Daya Yudisium 115 Orang Sarjana

Sekolah tinggi keguruan dan ilmu pendidikan ( STKIP) Weetabula, Sumba Barat Daya melaksanakan yudisium 115 orang Sarjana

STKIP Weetabula, Sumba Barat Daya Yudisium 115 Orang Sarjana
POS-KUPANG.COM/PETRUS PITER
Foto Bersama Kepala STKIP Weetabula, SBD, Wihelmus Yape Kii, M.Phil.M.Ap bersama dosen dan 115 sarjana angkatan II STKIP Weetabula, SBD yg baru saja diyudisium di kampus itu, Rabu (25/9/2019) 

POS-KUPANG.COM | TAMBOLAKA - Sekolah tinggi keguruan dan ilmu pendidikan  ( STKIP) Weetabula, Kabupaten Sumba Barat Daya melaksanakan yudisium 115 orang Sarjana angkatan II STKIP Weetabula, Sumba Barat Daya di aula kampus itu, Rabu (25/9/2019).

115 sarjana tersebut berasal dari program studi PGSD, matematika, bahasa indonesia dan fisika.

Sementara 10 mahasiswa mahasiswi lainnya yang juga berasal dari empat program studi tersebut gagal diyudisium karena belum menyelesaikam administrasi kampus.

Tersangka Pembunuhan Bocah Kembar di Kupang Diancam 20 Tahun Penjara

Meski demikian, pimpinan STKIP Weetabula, SBD masih memberi waktu kepada 10 mahasiwa mahasiswi untuk secepatnya menyelesaikan administrasi sehingga dapat mengikuti yudisium gelombang ke II tanggal 15 Oktober 2019.

Dengan demikian 125 sarjana tersebut dapat mengikuti acara wisuda yang akan berlangsung tanggal 25 Oktober 2019.

Acara yudisium 115 sarjana angkatan II STKIP Weetabula, Sumba Barat Daya dipimpin Ketua STKIP Weetabula, Sumba Barat Daya, Wihelmus Yape Kii, M.Phil, MAp bersama jajarannya serta dihadiri langsung Ketua Yayasan Romo Marsel Lamunde, Pr.

Kasus Suami Tikam Istri di Desa Tunbes, Ini Penjelasan Kapolres TTU

Ketua STKIP Weetabula, Kabupaten Sumba Barat Daya, Wihelmus Yape Kii, M.Phil.M.Ap dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada 115 orang sarjana yang baru saja diyudisium. Dengan demikian ke-115 orang tersebut sah menggunakan gelar akademik sarjana pendidikan (S.Pd).

Lebih lanjut, ia mengatakan, seorang sarjana harus menjadi pelopor perubahan di daerah ini atau daerah dimana yang bersangkutan mengabdi. Seorang sarjana harus menjadi motifator bagi gerakan perubahan.

Dan seorang sarjana harus menjunjung tinggi etika, tata krama dan beretika yang baik. Dengan demikian dapat menjadi panutanam warga sekitar.

Pada akhir sambutannya, ia meminta 115 sarjana tersebut harus tetap menjaga nama baik almamater dimanapun bertugas. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter)

Penulis: Petrus Piter
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved