Plt Kadis Kesehatan TTU Bakal Tarik Dokter RSUD Kefamenanu dari RS Leona

Plt kadis kesehatan Kabupaten TTU bakal tarik Dokter RSUD Kefamenanu dari RS Leona

Plt Kadis Kesehatan TTU Bakal Tarik Dokter RSUD Kefamenanu dari RS Leona
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI/
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTU, Thomas Lake. 

Plt kadis kesehatan Kabupaten TTU bakal tarik Dokter RSUD Kefamenanu dari RS Leona

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Pelaksana tugas (Plt) Kadis Kesehatan Kabupaten TTU, Thomas Laka, menegaskan pihaknya akan segera melakukan pendataan ulang terhadap para dokter baik ASN maupun dokter PTT yang bekerja di RSUD Kefamenanu.

Pendataan tersebut guna menindaklanjuti instruksi Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes agar memperketat dokter ASN yang bertugas atau menjalankan praktik tambahan di rumah sakit lain.

Ditanya Ratusan Warga NTT di PHK Perusahaan di Kaltim, Begini Tanggapan Wabup Kupang

Thomas mengatakan hal itu untuk menyikapi seruan Bupati Fernandes tentang pembatasan tenaga dokter yang bekerja di RSUD Kefamenanu untuk menambah jam kerja di rumah sakit lain.

Thomas mengungkapkan, berdasarkan instruksi Bupati Fernandes untuk meminta para dokter berhenti menambah jam kerja di rumah sakit lain sambil menunggu proses MoU.

"Selaku dinas teknis, kami akan segera melakukan pendataan ulang terhadap jumlah tenaga dokter yang melakukan tugas tambahan di luar dari RSUD Kefamenanu," kata Thomas kepada Pos Kupang saat ditemui diruang kerjannya, Kamis (19/9/2019).

Sudah 5 Kasus Bunuh Diri di Ngada, Ini Kata Wakapolres Ngada

Menurutnya, langkah pendataan terhadap para dokter itu dilakukan untuk memastikan jumlah tenaga dokter ASN yang bertugas di RSUD Kefamenanu agar lebih fokus melakukan pelayanan kepada masyarakat.

Seruan tersebut, kata Thomas dinilai sebagai bentuk antisipasi agar dugaan peristiwa serupa yang terjadi di RS Leona atau rumah sakit lainnya tidak terjadi lagi.

"Harapan beliau agar para dokter ASN atau yang dikontrak bekerja di rumah sakit pemerintah semacam RSUD, harus bertugas melakukan pelayanan kepada masyarakat. Itu intinya," ujarnya.

Ditegaskannya, para dokter yang bekerja di RSUD Kefamenanu tidak boleh membagi jam kerja dengan rumah sakit yang lain sebelum adanya MoU antara RSUD dengan rumah sakit Leona.

Sebelumnya, Bupati TTU, Raymundus menegaskan pemerintah akan membatasi tenaga dokter yang bekerja di RSUD Kefamenanu untuk menambah jam kerja di rumah sakit lain.

Menurut Raymundus, dokter yang bekerja di RSUD Kefamenanu dapat menambah jam kerja jika sudah ada MoU antara RSUD Kefamenanu dan rumah sakit yang bersangkutan supaya pelayanan di RSUD Kefamenanu tidak kosong.

Raymundus mengatakan, pemerintah daerah telah menyurati Direktur RSUD Kefamenanu untuk meminta para dokter berhenti menambah jam kerja di rumah sakit lain sambil menanti proses MoU dengan rumah sakit lain. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved