Fatusene Jadi Desa Pertama Pemasangan Internet Desa di TTU

Desa Fatusene merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Miomaffo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara ( TTU).

POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Kepala Desa Fatusene, Dionesius Taus 

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Desa Fatusene merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Miomaffo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara ( TTU). Desa tersebut merupakan desa pertama yang dipasangkan internet desa oleh PT Telkom.

Pemasangan internet di desa Fatusene bertujuan memberikan pelayanan akses informasi serta komunikasi kepada masyarakat yang ada di desa itu. Terhitung sejak dua bulan yang lalu desa tersebut sudah dipasangkan internet desa.

DPRD TTS Minta Penegak Hukum Usut Pembangunan Gedung Lab Peternakan SMK Negeri Batu Putih

Terpantau media ini, Senin (16/9/2019) di depan kantor Desa Fatusene sudah terpasang satu unit parabola mangoesky. Selain itu, di ruang kerja kepala desa juga sudah terpasang satu unit WiFi, dan juga modem.

Bahkan, saat kegiatan kick Off internet desa yang dilakukan oleh PT Telkom di Balai Binmaffo, Rabu (11/9/2019) Kepala Desa Fatusene, Dionesius Taus telah melakukan telekonferensi dari Kantor Desa dengan para undangan yang hadir pada saat itu.

Takut Disita Polisi, Pria yang Terkena Tilang Ini Rela Bakar Motornya, Simak Ceritanya

Kepala Desa Fatusene, Dionesius Taus saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan, pengadaan internet desa sangat penting dalam rangka untuk memberikan akses informasi kepada masyarakat khususnya bagi para pelajar dan mahasiswa yang ada di desa tersebut.

Hal itu karena selama ini, para pelajar dan mahasiswa yang ada di Desa Fatusene sangat kesulitan untuk mendapatkan akses internet apabila mengerjakan tugas kuliah atau sekolah. Mereka harus pergi ke kota jika ingin mengakses internet.

"Kalau ke kota mereka harus keluarkan uang ojek sekitar 30 ribu hanya untuk print dua lembar tugas, karena memang hampir semua anak kuliah itu tinggal disini bukan tinggal di kos, sehingga dengan adanya internet ini bisa membantu mereka," ujarnya.

Selain itu, tambah Dionesius, dengan perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat, tentu hampir semua masyarakat memiliki android, sehingga dengan adanya internet desa, masyraakat dapat mengakses informasi.

"Jadi kita berpikir bahwa memang sudah saatnya internet ini masuk ke desa supaya tidak ada disparitas antara masyarakat kota dan desa," ujarnya.

Dionesius menjelaskan, pemasangan internet desa tidak bermasalah secara hukum karena telah diatur dalam undang-undang Nomor 6 tahun 2016. Menurutnya, dalam undang-undang tersebut mengizinkan pemerintah desa untuk memasang internet desa.

"Jadi bersama dengan masyarakat kami berpikir bahwa aturan sudah mengizinkan kita untuk memasang internet desa ya kita pakai dana desa untuk memasang internet desa ini," terangnya.

Dionesius menambahkan, kebutuhan masyarakat akan akses informasi dan komunikasi sangat tinggi sehingga pemerintah desa memasang internet desa untuk mengakomodir kepentingan masyarakat itu. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved