DPRD TTS Minta Penegak Hukum Usut Pembangunan Gedung Lab Peternakan SMK Negeri Batu Putih

Anggota DPRD TTS Minta Penegak Hukum Usut Pembangunan Gedung Lab Peternakan SMK Negeri Batu Putih

DPRD TTS Minta Penegak Hukum Usut Pembangunan Gedung Lab Peternakan SMK Negeri Batu Putih
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Anggota DPRD Kabupaten TTS, Hendrikus Babys 

Anggota DPRD TTS Minta Penegak Hukum Usut Pembangunan Gedung Lab Peternakan SMK Negeri Batu Putih

POS-KUPANG.COM | SOE - Anggota DPRD Kabupaten TTS dari Fraksi NasDem, Hendrik Babys angkat bicara terkait pembangunan gedung lab peternakan SMK Negeri Batu Putih yang diduga kuat tidak sesuai Rab.

Dirinya meminta agar pihak penegak hukum "masuk" guna mengusut pembangunan gedung yang menelan anggaran 290 juta lebih tersebut.

Takut Disita Polisi, Pria yang Terkena Tilang Ini Rela Bakar Motornya, Simak Ceritanya

"Inikan sudah menguak ke publik kalau pembangunan lab peternakan tidak sesuai RAB, jadi kita dorong agak penegak hukum masuk guna mengusut kasus ini hingga tuntas," pinta Hendrik Babys kepada pos kupang.com, Senin (16/9/2019) melalui sambungan telepon.

Terkait adanya oknum ASN, Ande Tiran yang menjadi rekanan dalam proyek tersebut, Hendrik Babys sangat menyayangkan hal tersebut.

Menurutnya, sesuai aturan seorang ASN dilarang menjadi rekanan untuk mengerjakan proyek APBN maupun APBD. Oleh sebab itu, dirinya meminta kepada Dinas Pendidikan Propinsi NTT dan Inspektorat Propinsi NTT untuk segera menindak oknum ASN pada SMK Negeri 1 Soe tersebut.

Pembahasan Tertutup, DPR Diminta Tunda Pengesahan RKUHP

Dirinya juga meminta Dinas Pendidikan dan Inspektorat memanggil Kepala Sekolah SMK Negeri Batu Putih, Chris Kana yang memberikan pekerjaan pembangunan lab peternakan kepada sesama oknum ASN.

" Ini ada, kenapa ASN kasih ASN paket pekerjaan. Tolong Dinas Pendidikan Propinsi dan Inspektorat Propinsi panggil dan periksa dulu. Saya curiga ada apa-apa ini, " ujarnya.

Hendrik Babys tidak lupa memberi apresiasi kepada Pospera Kabupaten TTS yang telah melakukan pengawasan terhadap pembangunan gedung lab peternakan dan WC SMK Negeri Batu Putih sehingga masalah tersebut bisa menguak ke publik.

" Masalah ini bisa terbuka lebar karena Pospera melakukan pengawasan dengan baik. Ini menjadi contoh untuk semua masyarakat agar bisa melakukan pengawasan terhadap seluruh paket pekerjaan fisik di wilayah masing-masing. Jika ada pekerjaan yang tidak sesuai RAB segera laporkan kepada pihak berwajib," pungkasnya.

Diberitakan Pos Kupang sebelumnya, Pembangunan lab peternakan SMK Negeri Batu Putih di Desa Oebobo, Kecamatan Batu Putih sempat terhenti selama tiga minggu karena disegel ketua komite sekolah, Neander Neno.

Neander menyegel pembangunan lab yang bersumber dari APBN dengan pagu anggaran 290 juta lebih tersebut lantaran pekerjaan gedung tersebut asal jadi karena tidak sesuai Rab.

Selain itu, pembangunan dengan sistem swakelola murni tersebut malah diserahkan kepada oknum ASN Ande Tiran, guru di SMK Negeri 1 Soe.

Naender juga menyebut pembangunan lab peternakan tersebut tidak dikoordinasikan dengan komite sekolah. Pihak sekolah juga tidak membentuk tim untuk melakukan pengawasan terhadap pekerjaan tersebut. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved