Sabtu, 25 April 2026

VIDEO: Dua Pastor Potong Kue Ultah ke-57 SMAK Giovanni Kupang. Ini Videonya

VIDEO: Dua Pastor Potong Kue Ultah ke-57 SMAK Giovanni Kupang. Dua pastor itu, yakni Kepala SMAK Giovanni Kupang dan Vikjen Keuskupan Agung Kupang.

Penulis: Gecio Viana | Editor: Frans Krowin

VIDEO: Dua Pastor Potong Kue Ultah ke-57 SMAK Giovanni Kupang. Ini Videonya

POS-KUPANG.COM, KUPANG – VIDEO: Dua Pastor Potong Kue Ultah ke-57 SMAK Giovanni Kupang. Ini Videonya

Kepala Sekolah SMAK Giovanni Kupang, Rm. Stefanus Mau, Pr bersama Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Agung Kupang, Rm Gerardus Duka, Pr, sama-sama memotong kue ulang tahun saat HUT ke-57 SMAK Giovanni Kupang, Senin (9/9/2019).

SMAK Giovanni merupakan salah satu sekolah unggul di Kota Kupang, NTT

Acara pemotongan kue tersebut, dilakukan di halaman sekolah tersebut, diiringi lagu ulang tahun yang dinyanyikan secara bersama-sama oleh undangan dan para siswa sekolah itu.

Dipandu pembawa acara, kedua imam tersebut memotong kue ultah secara bersama  sembari tersenyum.

VIDEO: Ibu-ibu Bergaya Artis, Menyanyi Sambil Menari, Saat Jambore PKK di Kupang. Ini Videonya

VIDEO: Pacar Tersangka Pembuang Mayat Bayi di Kupang, Adalah Pria Sudah Beristri. Simak Videonya

VIDEO: Pakai Kain Sarung Manggarai, Menteri BUMN, Rini Soemarno, Merasa Bangga. Ini Videonya

Usai pemotongan kue, Rm Stefanus Mau  membagikan kue kepada para undangan yang sebelumnya dipanggil ke atas panggung.

Para tamu undangan yang dipanggil ialah perwakilan Yayasan Swasti Sari, Lurah Merdeka, Kepala Kantor Kas Bank NTT Merdeka, Ketua Komite SMAK Giovanni Kupang, para wakil kepala sekolah, Humas SMAK Giovanni Kupang dan dua orang guru yang berulang tahun pada hari itu.

Suasana itu semakin meriah dengan penampilan para siswa yang menyanyikan lagu dan tarian kreasi.

Dalam sambutannya, Vikjen Keuskupan Agung Kupang, Rm Gerardus Duka, Pr, mengungkapkan, dalam moment HUT ke-57 SMAK Giovanni Kupang itu, para siswa hendaknya merefleksikan pendidikan karakter dengan berbasis pada iman sebagai budaya pendidikan Katolik.

"Saya mengajak anak-anak untuk merefleksikan pendidikan karakter dengan berbasis pada iman sebagai budaya pendidikan Katolik," ujarnya.

Pihaknya optimis, SMAK Giovanni Kupang yang predikat unggul, harus terus unggul dalam bidang komunikasi, lingkungan hidup, sosial dan menjadi ahli dalam kemanusiaan.

"Pendidikan Katolik merupakan pendidikan untuk memanusiakan manusia muda di bidang etika moral dan lainnya," paparnya.

Saat ini, katanya lantaran perkembangan teknologi yang demikian maju, mengharuskan manusia menggunakan komputer dan handphone sebagai alat komunikasi.

Namun alat komunikasi tersebut hendaknya digunakan sebagai alat, dan bukan tujuan.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved