Senin, 13 April 2026

VIDEO: Baru Dibangun Tahun 2018, Embung Di TTS Kini Sudah Rusak. Ini Videonya

VIDEO: Baru Dibangun Tahun Lalu, Embung Di Desa Nasi Kini Tidak Berfungsi Lagi. Embung itu diduga sudah rusak sehingga tak bisa menampung air hujan.

Penulis: Dion Kota | Editor: Frans Krowin

VIDEO: Baru Dibangun Tahun 2018, Embung Di TTS Malah Sudah Rusak. Ini Videonya

POSKUPANG.COM, SOE – VIDEO: Baru Dibangun Tahun Lalu, Embung Di TTS Malah Sudah Rusak. Ini Videonya

Warga Desa Nasi, Kecamatan Amanatun Utara, Kabupaten TTS, sangat kesal dengan oknum kontraktor yang mengerjakan embung mini di desa itu.

Pasalnya, embung mini yang baru dibangun tahun 2018 lalu di Dusun C, Desa Nasi, Kabupaten TTS itu, kini sudah rusak. Padah embung itu baru berusia sekitar satu tahun.

Atas masalah itu, masyarakat meminta agar pemerintah segera memperbaiki embung itu agar bermanfaas sebagaimana tujuan pembangunannya.

Kepala Dusun C, Samuel Tefi, mengatakan hal tersebut ketika ditemui POS-KUPANG.COM di desa itu, Senin (9/9/2019).

VIDEO: Tokoh Ende Minta Bupati Djafar Achmad Jaga Ende Baik-baik. Ini Videonya

VIDEO: Polisi Jemput Mahasiswi 24 Tahun Terkait Kasus Pembuangan Mayat Bayi di Kupang. Ini Videonya

VIDEO: Bupati dan Wabup SBD serta Bupati Ende Dilantik di Kupang. Ini Videonya

Dia mengungkapkan, air di embung yang baru selesai di bangun itu, sudah mengering sejak akhir Agustus 2019 lalu.

Padahal, warga setempat belum memanfaatkan sedikit pun air dari embung itu.

Kuat dugaan, air di dalam embung itu mengering, karena resapannya  terlalu tinggi.

Oleh karena itu, Tefi meminta agar pemerintah desa segera memperbaiki kerusakan embung tersebut. 

"Rencananya masyarakat mau pakai air dari embung saat musim kemarau seperti sekarang ini. Tapi sebelum digunakan, air di embung itu malah sudah kering,” ujarnya.

Akhirnya, masyarakat  terpaksa kembali mengambil air di tempat yang jauh. Untuk itu, pemerintah desa diharapkan segera memperbaiki embung itu.

Ia menyebutkan, embung itu dibangun menggunakan dana desa. Hanya saja ia tidak tahu berapa jumlah uang yang dihabiskan untuk embung yang tak berkualitas tersebut.

Atas kondisi tersebut, Ketua RT 12, RW 06, Moses Liunome juga mengaku sangat kecewa dengan kondisi tersebut.

Soalnya, yang dibangun dengan anggaran ratusan juga itu ternyjata mampu menampung air dalam jangka waktu yang lama.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved