Tersangka Pencabulan Area Kuburan Oebobo Diserahkan ke Kejari Kota Kupang

Kepolisian Sektor Oebobo Polres Kupang Kota melimpahkan berkas perkara tahap dua dugaan pencabulan siswi SMA yang dilakukan di lokasi pekuburan Oebobo

Tersangka Pencabulan Area Kuburan Oebobo Diserahkan ke Kejari Kota Kupang
ISTIMEWA
Kapolsek Oebobo, Kompol I Ketut Saba 

POS-KUPANG.COM |KUPANG-Kepolisian Sektor Oebobo Polres Kupang Kota melimpahkan berkas perkara tahap dua dugaan pencabulan siswi SMA di Kota Kupang berinisial MRL.

Pelimpahan berkas perkara ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kupang dilakukan pada Selasa (3/9/2019) lalu. Pelaku dalam kasus ini yakni tersangka, CXDC yang diduga melakukan pencabulan terhadap korban di kuburan umum Oebobo Jalan Bhakti Karang, Kelurahan Oebobo, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang pada Jumat (7/7/2019) lalu.

Kapolsek Oebobo Polres Kupang Kota, Kompol I Ketut Saba ketika dihubungi Kamis (5/9/2019) mengatakan penyidik Polsek Oebobo juga melimpahkan berkas, termasuk barang bukti berupa barang bukti diantara, satu unit sepeda motor Yamaha Soul GT warna hitam DH 5898 HG, satu lembar STNK sepeda motor, 1 buah handphone, 1 buah baju kaos warna hitam, 1 buah celana jeans warna putih dan tersangka kepada Kejari Kupang.

UMKM Minta Dinas Koperasi NTT untuk Dampingi, Ini Tujuannya

Nelayan Sumbawa Tangkap Lobster Tanpa SIPI, Terancam Denda Rp 2 Miliar

"Tersangka diterima oleh jaksa Novi Sina, SH dalam keadaan aman dan sehat," katanya.
Diberitakan sebelumnya, seorang siswi SMA di Kota Kupang dicabuli sopir angkot di area kuburan umum Oebobo Jln Bhakti Karang, Kelurahan Oebobo, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Kasus pencabulan ini terjadi pada hari Jumat (7/7/2019) pukul 20.00 Wita dan menimpa MRL.
Kejadian berawal dari korban yang berpamitan kepada orangtua untuk membeli jajanan Sslome di Jalan Cak Doko pada Jumat sore.

Saat membeli jajanan tersebut, pelaku yang baru dikenalnya selama tiga hari melintas menggunakan angkot. Korban diajak untuk berkeliling hingga larut malam dengan angkot lin 6 jurusan Kupang -Bundaran Tirosa yang dikemudikan pelaku.

Banyak Wisatawan di Labuan Bajo Tidak Beli Tiket Diving, Pemda Terapkan Digitalisasi

Saat hendak pulang karena sudah larut malam, pelaku menawarkan diri untuk mengantarkan korban ke rumahnya. Namun, pelaku tidak mengantar korban ke rumahnya melainkan membawa korban ke area pekuburan umum Oebobo.

"Pada saat korban mau pulang, pelaku bilang mau antar pakai motor. Tapi tidak diantar ke rumah akan tetapi ke kuburan umum di area Jln Bhakti Karang, Oebobo," pungkasnya. Saat berada di area pekuburan, pelaku memarkirkan motornya di pinggir jalan pada pukul 20.00 Wita. Warga sekitar yang melihat motor tak bertuan itu lantas curiga dan berusaha mencari pemilik motor tersebut.

"Pelaku parkir motor di pinggir jalan, warga yang curiga langsung mencari tahu pemilik motor tersebut. Menggunakan peralatan seadanya, warga menyusuri area kuburan dan mendapati pelaku dan korban," jelasnya.

Saat didapati berada di tengah area pekuburan, pelaku yang ketakutan langsung melarikan diri meninggalkan korban.

"Pelaku saat itu melarikan diri karena takut. Dia lari ke rumah warga. Saat ditangkap, warga tanya kenapa kamu lari? Pelaku jawab bilang dia ada bawa perempuan," jelas Iptu Komang menuturkan pengakuan pelaku kepada warga.

Selain itu, dari pengakuan korban kepada warga, lanjut Iptu Komang, korban juga mengaku telah dicabuli pelaku.

Pelaku disangkakan Pasal 82 ayat 1 UU Nomor 17 Tahun 2016 jo UU Nomor 35 tahun 2014 atas Perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Ancaman hukuman penjara selama 12 tahun penjara," katanya. (Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana)

Penulis: Gecio Viana
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved