Nelayan Sumbawa Tangkap Lobster Tanpa SIPI, Terancam Denda Rp 2 Miliar

Menangkap lobster tanpa izin di perairan Teluk Kupang, dua nelayan dari Sumbawa ditangkap Pol Air Polda NTT. Mereka terancam denda Rp 2 miliar

Nelayan Sumbawa Tangkap Lobster Tanpa SIPI, Terancam Denda Rp 2 Miliar
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
BERI KETERANGAN - Kasi Sidik Ditpolairud POLDA NTT, AKP Andi Rahmat SIK didampingi oleh Paur III Subbid Penmas Bidhumas Polda NTT Ipda Viktor Nanotek saat memberi keterangan pers kepada wartawan di Markas Polairud Polda NTT Kupang pada Kamis (5/9/2019). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG-Dua orang nelayan yang berasal dari Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terancam hukuman usai melakukan penangkapan lobster di wilayah perairan Teluk Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) karena kapal mereka tidak dilengkapi dengan Surat Ijin Kapal Penangkap Ikan (SIPI). Keduanya terancam enam tahun penjara dan denda sebesar Rp 2 miliar.

"Dua nahkoda tersebut terdiri dari S (43), warga Kabupaten Sumbawa NTB yang menahkodai kapal KMN Pengembara yang berukuran GT 19 dan B (45) yang menahkodai KMN Yuliani dengan ukuran GT 12. Mereka melakukan operasi penangkapan di wilayah NTT," kata Dirpolairud Polda NTT, Kombes Pol Drs Dwi Suseno melalui Kasi Sidik Ditpolairud Polda NTT, AKP Andi Rahmat SIK dalam jumpa pers di Markas Polairud Polda NTT, Bolok Kabupaten Kupang, Kamis (5/9/2019).

Ia mengatakan bahwa dua nahkoda tersebut ditangkap pihaknya karena melakukan penangkapan lobster secara ilegal.

UMKM Minta Dinas Koperasi NTT untuk Dampingi, Ini Tujuannya

Banyak Wisatawan di Labuan Bajo Tidak Beli Tiket Diving, Pemda Terapkan Digitalisasi

AKP Andi Rahmat SIK yang saat itu didampingi Paur III Subbid Penmas Bidhumas Polda NTT, Ipda Viktor Nanotek menjelaskan keduanya ditangkap di Teluk Kupang pada Selasa, (13/8/ 2019).

Saat itu kapal patroli milik Ditpolairud Polda NTT melakukan patroli dan mendapati kedua kapal tersebut melakukan penangkapan lobster namun tidak dilengkapi dengan SIPI

Dari kapal KMN Pengembara, polisi mengamankan barang bukti berupa kapal, sekoci, bundel dokumen, komresor rol selang dan lobster jenis campuran sebanyak 301 kg. Sedang dari kapal KMN Yuliani, polisi juga mengamankan kapal, sekoci, bundel dokumen, komresor, rol selang, serta lobster jenis campuran sebanyak 305 kg.

AKP Andi mengatakan tersangka diduga melanggar pasal 39 ayat (1) jo pasak 27 ayat (1) Undang Undang nomor 45 tahun 2009 tentang perubahan atas undang undang nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan dengan ancaman hukuman enam tahun penjara dan denda Rp 2 miliar. (Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Rian Nong)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved