VIDEO: Tim Forensik Mabes Polri Bongkar Makam Bayi Mariano di TTU. Ini Videonya
VIDEO: Tim Forensik Mabes Polri Bongkar Makam Bayi Mariano di TTU. Pembongkaran makam bayi Mariano itu dilakukan dalam kawalan ketat Polres TTU.
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Frans Krowin
VIDEO: Tim Forensik Mabes Polri Bongkar Makam Bayi Mariano di TTU. Ini Videonya
POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU -- VIDEO: Tim Dokter Forensik Mabes Polri Bongkar Makam Bayi Mariano di TTU. Ini Videonya
Polres TTU merespon dengan cepat permintaan keluarga korban, kasus dugaan malapraktik yang dilakukan petugas medis Rumah Sakit Leona Kefamenanu, baru-baru ini.
Bersama Tim Dokter Forensik Mabes Polri, Polres TTU membongkar makam Abraham Mariano Moni, bayi yang diduga menjadi korban malapraktik di rumah sakit swasta tersebut.
• VIDEO: Anda Ingin Terhindari dari Kecelakaan Lalulintas? Ikuti 8 Tips Ampuh Berikut Ini
• VIDEO: Bank NTT Siap Gelontorkan Dana Rp 200 Miliar untuk Lembata. Ini Videonya
• VIDEO: Dana Rp 1 Miliar Untuk Pakaian dan Atribut Anggota DPRD NTT. Ini Video Pelantikannya
Pembongkaran kuburan tersebut dilatari oleh dugaan bahwa kematian korban akibat malapraktik yang dilakukan oleh oknum petugas medis di rumah sakit tersebut.
Makam bayi Mariano itu ada di RT 9 RW 3, Kelurahan Bansone, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten TTU.
Pembongkaran makan itu dilakukan pada Kamis (5/9/2019) sekitar pukul 10.00 Wita.
Hadir dalam pembongkaran tersebut, diantaranya orangtua korban, dan sejumlah keluarga lainnya.
Hadir pula kerabat dan keluarga korban di sekitar makam tersebut.
Saat pembongkaran makam untuk autopsi terhadap jenazah korban tersebut, dipimpin langsung oleh dokter forensik dari Mabes Polri, AKBP. Dr. Wahyun Hidayat DP, MARS, SPF, yang didampingi anggota Satreskrim Polres TTU.
Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres TTU AKP. Tatang Prajitno Penjaitan, mengatakan, pihaknya segera melakukan autopsi terhadap jasad korban, untuk mengetahui penyebab kematian bayi malang tersebut. (POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)
Dalam kasus tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Sekda TTU, Fransiskus Tilis telah menggelar pertemuan dengan manajemen Rumah Sakit Leona Kefamenanu.
Dalam pertemuan tersebut, terkuak secuil kisah tentang kondisi korban saat lahir dan upaya medis yang dilakukan oleh petugas medis rumah sakit tersebut guna menyelamatkan nyawa bayi tersebut.
• VIDEO: Dugaan Malpraktik Menimpa RS Leona Kefamenanu. Lho, Kok Bisa? Ini Videonya
• VIDEO: Teriakan NKRI Harga Mati Sambut Rombongan Kemensos di Lamakera. Ini Videonya
• VIDEO: Irjen Pol Hamidin Jadi Kapolda NTT. Ini Profilnya
Setelah tiga hari dirawat, korban lantas dibawa pulang ke rumah. Namun beberapa hari kemudian, korban dibawa lagi ke rumah sakit tersebut, karena suhu badan bayi itu meningkat dan tangan mungil bayi tersebut, mulai bengkak dan kehitam-hitaman.
Saat itu, orang tua korban berharap agar dokter yang menangani korban saat dirawat di rumah sakit tersebut yang menangani pasien bayi tersebut.