Heboh! Doyan Mabuk Miras 2 Calon Siswi SMA di Kota Kupang NTT Digiring Satpol PP, Sempat Adu Mulut

Doyan Mabuk Miras 2 Calon Siswi SMA di Kota Kupang NTT Digiring Satpol PP, Sempat Adu Mulut.

Heboh! Doyan Mabuk Miras 2 Calon Siswi SMA di Kota Kupang NTT Digiring Satpol PP, Sempat Adu Mulut
POS KUPANG/LAUS MARKUS GOTI.
Heboh! Doyan Mabuk Miras 2 Calon Siswi SMA di Kota Kupang NTT Digiring Satpol PP, Sempat Adu Mulut

Heboh! Doyan Mabuk Miras 2 Calon Siswi SMA di Kota Kupang NTT Digiring Satpol PP, Sempat Adu Mulut.

POS-KUPANG.COM -  Heboh! Doyan Mabuk Miras 2 Calon Siswi SMA di Kota Kupang NTT Digiring Satpol PP, Sempat Adu Mulut

Dua calon siswi SMA Nesi Neomat Kupang, NG dan SA, diamankan oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kota Kupang karena mabuk miras dan ribut dengan anggota Sat Pol PP Kabupaten Kupang di ex Kantor Bupati Kupang.

Keduanya diamankan di halaman Ex Kantor Bupati Kupang yang saat ini difungsikan sebagai gedung sekolah SMA Swasta Nesi Neomat, Rabu (28/8/2019).

Sertijab di Polres Sumba Timur, Putra Daerah Dilantik Jadi Kapolsek Pinupahar

RAMALAN ZODIAK BESOK JUMAT 30 AGUSTUS 2019, Scorpio Jangan Menunda, Capricorn Kacau

Mau Jadi Relawan Saat World Clean Up Day di Lembata, Yuk Daftar Pada Link Berikut

Kepala SMA Nesi Neomat, Simon Nesi, diwawancarai POS-KUPANG.COM di ruang kerjanya terkait dua calon siswa tersebut mengatakan kedua calon siswinya itu tampak seperti mabuk saat menjumpai dirinya di sekolah.

"Saya tidak tau mereka kenapa, yah mungkin minum alkohol entah di mana. Kelihatan memang seperti orang mabuk tapi saya berusaha untuk tenang mendengarkan mereka," ungkapnya.

Menurutnya, NG dan SA masih berstatus calon siswa. NG sebelumnya sudah mendatangi pihak sekolah. Kali ini NG datang mengenakan pakian seragam SMA juga membawa sahabatnya SA, mengenakan daster hijau lumut yang juga berniat sekolah di SMA Nesi Neomat.

Ia menjelaskan, berdasarkan pengakuan NG dan SA, keduanya merupakan siswi dropout dari salah satu SMA di Kota Kupang dan ingin melanjutkan pendidikan di SMA Nesi Neomat.

Lanjutnya, NG dan SA dipaksa keluar oleh anggota Satpol PP karena kurang sopan saat berbicara dengannya. "Yah saya coba untuk tenangkan dua siswi ini, karena mereka memang sedang dalam kondisi yang tidak normal, tapi Satpol PP tegur mereka karena tidak sopan dan terjadilah keributan antar mereka," kata Simon.

Menurutnya, NG sangat marah karena ditegur oleh Satpol PP. "Setelah dtegur gara-gara tidak sopan mereka lalu saling adu mulut dan saya langsung menghubungi polisi di pos," ungkapnya.

Halaman
1234
Penulis: Laus Markus Goti
Editor: maria anitoda
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved