Plan Indonesia dan Uni Eropa Tuntaskan Pendampingan Proyek SCILD di NTT
Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) dan Uni Eropa menuntaskan pendampingan Proyek SCILD (Strong Community Social Organization for In
Penulis: Gecio Viana | Editor: Ferry Ndoen
Dikisahkannya, pada tiga tahun yang lalu, program ini ditandatangani bersama Pemprov NTT dalam hal ini Dinas Peternakan Provinsi NTT untuk diimplementasikan.
"Saat 2015 akhir kami cari partnership untuk meningkatkan kaum milenial di desa dam kami juga pas didatangi oleh pihak Plan Internasional. Saya bilang ini gayung bersambut. Karena kami juga sedang berupaya mengalihkan kaum muda dari sektor formal ke usaha yang sifatnya mandiri," jelasnya.
Diakuinya, program tersebut sejalan dengan kebijakan dari Pemerintah Provinsi NTT agar memberdayakan para pemuda dan kaum perempuan di desa
"Sebagian besar anak muda lebih berorientasi menjadi PMI, maka kita harus ada strategi dengan cara memperkuat kehidupan mereka berbasis kearifan lokal yakni dengan beternak," ujarnya.
Kegiatan ini juga diisi dengan testimoni oleh sejumlah anak muda dan kaum perempuan yang mengikuti program ini.
"Kalau bisa saya jangan hanya mitra. Saya juga bisa jadi pendamping bagi kelompok lainnya. Kalau bisa ada pendampingan dari pemerintah dan program ini semakin berlanjut," ujar seorang peserta perempuan bernama Yufri dalam kegiatan testimoni di kegiatan penutupan program tersebut. (*)