Plan Indonesia dan Uni Eropa Tuntaskan Pendampingan Proyek SCILD di NTT
Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) dan Uni Eropa menuntaskan pendampingan Proyek SCILD (Strong Community Social Organization for In
Penulis: Gecio Viana | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) dan Uni Eropa menuntaskan pendampingan Proyek SCILD (Strong Community Social Organization for Inclusive Livestock Value Chain Development) atau Penguatan Organisasi Masyarakat Sipil Melalui Rantai Nilai Peternakan yang inklusif di NTT.
Penutupan ini digelar bersama Bengkel Advokasi Pemberdayaan dan Pembangunan Kampung (Bengkel APPeK) dan Yayasan Sanggar Suara Perempuan (YSSP), di Hotel Neo Aston Kota Kupang, Selasa (27/8/2019).
Implementasi proyek SCILD telah dilakukan pada 5 kabupaten di Provinsi NTT diantaranya Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), Belu, dan Malaka sejak tahun 2016.
• Pemain Persib Bandung Lakukan Kesalahan yang Sama, Belum Putus Tren Negatif Persib Bandung, Ini Kata
• Calon Suami Luna Maya Disebut Kaya, Mapan & Setia, Ini Profesinya, Penantian Panjang Tak Sia-sia
Hal ini bertujuan untuk meningkatkan posisi sosial dan penguatan ekonomi kaum muda melalui dukungan yang berkelanjutan pada sektor peternakan.
Dukungan ini terutama untuk kaum muda perempuan mulai dari umur 18 tahun hingga 29 tahun di Pulau Timor.
Selain itu, Diharapkan terjadi peningkatkan jumlah lapangan pekerjaan bagi kaum muda di sektor peternakan dan peningkatan produksi ternak sebagai aset di NTT.
Proyek SCILD yang didanai oleh Uni Eropa sebesar Rp 15.6 Milliar memberikan sejumlah pelatihan peningkatan kapasitas kepada 8 OMS (Organisasi Masyarakat Sipil) lokal dan kaum muda. Diantaranya adalah; pelatihan teknis peternakan, pelatihan soft skill (gender dan Perlindungan Anak) dan pelatihan penguatan kapasitas organisasi.
• Gubernur NTT Pantau Lokasi Pembukaan Sidang Raya XVII PGI di Puru Kambera, Sumba Timur
Melalui pelatihan ini juga akan menjadi kekuatan pendorong bagi kaum muda perempuan dalam meningkatkan partisipasi mereka agar setara dengan kaum muda laki-laki dalam pembangunan ekonomi.
“Bukan hanya keterampilan teknis peternakan dan kewirausahaan, tetapi juga terbentuknya forum diskusi komunitas untuk advokasi peternakan di berbagai level, mulai dari desa dan kecamatan,” ungkap Dini Widiastuti, Exucutive Director Plan Indonesia.
Lebih lanjut, Dini menjelaskan forum advokasi peternakan tersebut turut berpartisipasi dalam Forum Peternak di level provinsi.
Proyek ini juga sejalan dengan visi dan misi Plan Indonesia untuk mendorong kesetaraan anak perempuan dan perempuan muda untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.
Dengan meningkatkan akses kaum muda, terutama perempuan terhadap peluang wirausaha, dalam hal ini melalui proyek SCILD, menjadi salah satu peluang untuk menciptakan pekerjaan yang layak.
Keberhasilan proyek SCILD tak lepas dari dukungan pemerintah daerah diberbagai lini sektoral.
Pembinaan berkelanjutan termasuk diantaranya monitoring dan implementasi proyek. Selama tiga tahun program berjalan sedikitnya ada 2002 kaum muda di 40 desa target terlibat dalam program.