Plan Indonesia dan Uni Eropa Tuntaskan Pendampingan Proyek SCILD di NTT

Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) dan Uni Eropa menuntaskan pendampingan Proyek SCILD (Strong Community Social Organization for In

Penulis: Gecio Viana | Editor: Ferry Ndoen
Pos kupang.com/gecio viana
Suasana testimoni para pemuda yang mengikuti Proyek SCILD di Hotel Neo Aston Kota Kupang, Selasa (27/8/2019). 

Selain itu, Dini mengungkapkan, para pemuda dan kaum perempuan tidak hanya dilatih teknis peternakan akan tetapi kewirausahaan dan pengembangan diri karena penting bagi anak muda untuk memiliki kepercayaan diri saat memulai usaha.

Para anak muda ini berjumlah 210 dan sudah mendapatkan pendanaan dari koperasi

"Sudah berjalan 3 tahun dan awalnya melakukan pengembangan kapasitas sehingga mereka bisa memulai usaha mereka. 210 anak muda ini tersebar di 5 kabupaten dan 40 desa," paparnya.

Pihaknya juga memiliki kerja sama yang baik dengan pemerintah kabupaten dan beberapa daerah yang juga sudah mereplikasi budget untuk pendampingan selanjutnya

"Selanjutnya tugas Kepada pemerintah dan civil society untuk melakukan pendampingan lanjutan," katanya.

Delegasi Uni Eropa yang diwakili oleh Nur Isravivani selaku Program Manager Perdagangan/Pembangunan Ekonomi Daerah Uni Eropa, dalam sambutannya menyampaikan selamat atas capaian dan kolaborasi berbagai pihak dalam program Peternakan untuk Pemuda dan Perempuan selama 3 tahun ini.

"Harapan saya semoga dapat menjadi praktek terbaik di NTT dan berkelanjutan untuk mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif, khususnya penciptaan lapangan kerja bagi kaum muda," ujarnya.

Dalam konferensi pers di sela kegiatan, Nur juga menjelaskan, pihaknya mendukung program tersebut karena mendukung kemitraan masyarakat sipil dan Pemda serta pemangku kepentingan lain untuk mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif.

"Dan membangun penciptaan lapangan kerja khususnya bagi kaum perempuan dan anak muda yang masih menjadi isu terbesar di NTT," paparnya.

Pihaknya melihat, terdapat potensi yang besar di NTT bisa dikembangkan melalui pengembangan berbasis kelompok di tingkat desa untuk belajar dan mengembangkan kemampuan para anak muda dan kaum perempuan.

"Bagi yang belum dapat belajar dan yang sudah memiliki kemampuan dasar dapat mengembangkan kemampuannya di bidang peternakan," imbuhnya

Selanjutnya, program ini juga membantu anak muda untuk dapat mengakses permodalan dan pasar yang saat ini dinilai masih menjadi masalah.

"Jadi program ini membantu menyambungkan kelompok pemuda dan kelompok kaum perempuan muda yang sudah mengembangkan ternak dan bisa tahu harga pasar yang pantas. Jadi tidak hanya tahu sekedar informasi dari perantara," katanya.

Diakuinya, akses terhadap permodalan dari koperasi dan pasar sangat bagus karena anak muda dalam kelompok bisa mendapatkan hasil yang maksimal dan dapat mandiri secara ekonomi.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT, Ir Danni Suhadi menyambut baik program tersebut.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved