Onike Lailago Harapkan Bimtek Berdampak Positif bagi Penyuluh Pertanian

Onike T Lailogo mengharapkan bimtek berdampak positif bagi para penyuluh pertanian

Penulis: Edy Hayong | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/EDI HAYONG
Peserta kegiatan bimtek penyuluh pertanian di Kawasan Inovasi Pertanian (Kawitan) padi sawah di Desa Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah, Rabu (28/8/2019) 

Onike T Lailogo mengharapkan bimtek berdampak positif bagi para penyuluh pertanian

POS KUPANG.COM I NOELBAKI - Ketua panitia pelaksana bimbingan teknis (bimtek) bagi penyuluh pertanian dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian ( BPTP) Balitbangtan NTT,  Ir. Onike T Lailogo, M.Si P.hD berharap ada dampak positif dari bimtek.

Pada bimtek menghadirkan fasilitator dari Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) Bogor, Ume Humaedah, SP, M.Si, diharapkan ilmu yang disampaikan bisa diterapkan para penyuluh bersama petani di lapangan.

Pengendara Sepeda Motor Jatuh Terjerat Kabel Telpon yang Putus Akibat Pohon Tumbang

Onike Lailogo dalam laporannya di hadapan peserta kegiatan bimtek di Kawasan Inovasi Pertanian (Kawitan) padi sawah di Desa Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah, Rabu (28/8/2019) mengatakan, total peserta yang dihadirkan 70 orang. Peserta berasal dari penyuluh BPTP NTT, penyuluh daerah dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT, Dinas Pertanian kabupaten Kupang juga Kota Kupang.

Dikatakannya, tujuan dari bimtek ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan penyuluh BPTP NTT dan penyuluh daerah tentang pengelolaan pengajuan angka kredit berdasarkan Permentan 02/2008.

BPJS Kesehatan dan Jasa Raharja Kerja Sama Hadirkan Aplikasi Ini

Selain itu untuk meningkatkan pengetahuan sikap dan keterampilan penyuluh BPTP NTT dan penyuluh daerah tentang cara melakukan evaluasi penyelenggaraan penyuluh pertanian.

Dijelaskan Onike, penyuluh menduduki posisi sentral dalam percepatan pemanfaatan inovasi pertanian hasil penelitian dan penjaringan umpan baliknya dari pengguna. Namun, fakta empiris mengindikasikan penyuluu masih mengalami kendala dalam melaksanakan tupoksi secara optimal.

"Untuk itu perlu ada upaya peningkatan kapasitas penyuluh dalam hal angka kredit penyuluh pertanian ahli. Selain itu evaluasi penyelenggaraan penyuluhan pertanian dan evaluasi dampak penyuluhan pertanian melalui suatu kegiatan bimtek," kata Onike.

Sebelumnya Kepala BPTP NTT Balitbangtan Kementan, Dr. Ir. Syamsuddin, M.Sc, kepada wartawan mengatakan, bimtek menghadirkan penyuluh ini baru pertama dilakukan BPTP NTT.
Para pihak dihadirkan, untuk saling berbagi inovasi pertanian.

Alasan tempat berkumpul di lahan sawah di Desa Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah ini karena di wilayah ini sudah ada  wadah. Wadah ini digunakan petani bisa beristirahat dan bisa melihat brosur yang ditempatkan di wadah ini sehingga mereka bisa belajar.

Tema kegiatan ini adalah "Bimbingan teknis peningkatan kapasitas penyuluh mendukung upsus pajale dan peningkatan komunikasi, koordinasi, dan diseminasi inovasi teknologi Badan Litbang dan Kawasan Inovasi Pertanian (Kawitan). (Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved