SIMAK Hasil Workshop Meneropong Geliat Perkembangan Perekonomian Masyarakat Desa di Manggarai Raya

Change Operator (Change'O) dan Lembaga Pemberdayaan Pengusaha Muda Manggarai Raya (LP2MR) menghadirkan para nara sumber di Manggarai Raya guna bicara

SIMAK Hasil Workshop  Meneropong Geliat Perkembangan Perekonomian Masyarakat Desa di Manggarai Raya
Foto Panitia Workshop/Dok
PEMATERI-Pemateri workshop sehari perkembangan ekonomi desa di Manggarai Raya. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG-COM-RUTENG- Change Operator (Change'O) dan Lembaga Pemberdayaan Pengusaha Muda Manggarai Raya (LP2MR) menghadirkan para nara sumber di Manggarai Raya guna bicara soal perkembangan ekonomi masyarakat desa.

Para pemateri yang bicara soal perkembangan desa, Selasa (20/8/2019) pagi di Lantai 2 Sekretariat LP2MR, Bandung Utama Karot yakni Stefanus Genggang, Kades Golo Bore, Ndoso, Diana Malau, Manager Bandung Utama Group, Arif Laga, Staf Pengajar STIE Karya Ruteng, Heri Kabut, Kelompok Studi Tentang Desa/KESA, Ari Samsung, Kades Galang, Welak, Petrus C. Radison, Kades Watu Lanur, Poco Ranaka, Rikardus Y. Goa, Sekretaris Change Operator, Arischy Hadur, Direktur Change Operator dan Bonifasius, Ketua LP2MR.

Hasil workshop sehari yang dikirim Hilarius A.Hadur selaku
Change Operator (Change'O) kepada POS-KUPANG.COM di Ruteng, Rabu (21/8/2019) pagi menjelaskan, sejak termekarkan menjadi 3 kabupaten perekonomian Manggarai Raya mengalami perkembangan yang signifikan. Ekonomi Manggarai sebagai kabupaten induk kini semakin terlihat matang bertumpuh diatas sektor jasa dan keuangan.

Simak YUK Ketentuan Resmi dari Lion Air, Mengapa Bawa Koper 10 Kg Ditarik Tarif Bagasi Rp 1,3 Juta?

"Apalagi Kabupaten Manggarai Barat yang memiliki Komodo sebagai salah satu the new seven wonders kini menyandarkan pertumbuhan ekonominya diatas sektor pariwisata.Topografi Manggarai Timur disisi lain yang cocok dengan tanaman keras seperti kopi, cengkih, vanili, kemiri, dan sebagainya; semakin menambah potret positif perkembangan itu," kata Hadur.

Ikuti Festival 3 Gunung dan Nikmati Kemegahan Puncak Gunung Ile Lewotolok

Gabung Maung Bandung, Kevin Van Kippersluis Bicara soal Persib Bandung Singgung Pemain Anyar

3 Pemain Bomber Persib Bandung Resmi Gabung Tampil Perdana Lawan PSS Sleman, Ini Perkenalannya

Namun geliat perkembangan itu, paparnya, belum terintegrasi menuju
sebuah perekonomian kawasan yang bisa saling mengisi dari kelebihan terhadap kekuarangan satu sama lain. Itulah kondisi ekonomi yang setidaknya selayang pandang bisa dilihat pada kawasan ini, kendati sangat makro (macro economics) dengan sepenuhnya titik pandang dari atas (balcony view). Dan karena itu, mengabaikan geliat yang sedang berlangsung dalam kehidupan masyarakat bawah terutama masyarakat desa yang memiliki potensi-potensinya sendiri (micro
economics).

"Semua itu hanya untuk mengatakan bahwa ekonomi sering menjadi sektor penting dalam kehidupan bernegara. Banyak daerah berkomitmen untuk mulai pembangunannya dari ekonomi. Bukan cuma pemerintahnyatetapi kita (masyarakat) juga dituntut untuk berpikir kesana. Sebab hakikatnya manusia tidak terlepas dari
itu, homo economicus," ungkap Hadur.

Tuan Rumah Badak Lampung FC Keok Ditangan Bajul Ijo Persebaya Surabaya Pertandingan Liga 1 2019

Bek Andalan Persib Bandung Terdepak dari Skuad, Bojan Malisic Merapat ke Borneo FC? SIMAK YUK

Kenyataannya, lanjutnya, sektor ekonomi berkembang dengan banyak cara. Ilmuwan bahkan terkadang kehabisan dalil untuk menjelaskan fenomena ekonomi tertentu, saking
cepatnya ia berkembang. Namun itu bukan berarti kematian akan pengetahuan tetapi memberikan alarm bahwa sudah saatnya bertransformasi transformasi menjadi alasan yang harus terkonfirmasi ketika kehidupan ekonomi terkendala, baik ketika memilih untuk sekedar bertahan dengan cara lama, atau memperluas pengaruh. Tetapi siapa garda terdepan transformasi itu.

Ia menegaskan, proses ini mungkin sudah mendarah daging dalam dilakukan. Namun, yang mungkin
belum dilakukan adalah mengagendakannya secara bersama.

Selain itu, tuturnya, sedikit luput dari perbincangan isu lokal adalah konsekuensi logis
dari pembagian wilayah administrasi pemerintahan Manggarai Raya ke dalam 3 wilayah. Konon dirasakan bahwa masing- masing Kabupaten ini memiliki ciri khas ekonomi yang belum diintegrasikan. Minimal, wacananya belum mengemuka dan populer.Sebagai bagian dari pergumulan persamalahan ekonomi diatas, Change

Halaman
12
Penulis: Aris Ninu
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved