Simak Kisah Veteran Daniel Manek, dari Hansip Terjun ke Medan Tempur

Simak kisah veteran Daniel Manek, dari hansip terjun ke medan tempur di Timor Timur

Simak Kisah Veteran Daniel Manek, dari Hansip Terjun ke Medan Tempur
POS-KUPANG.COM/Teni Jenahas
Ketua LVRI Daniel Manek 

POS-KUPANG.COM | BETUN - Simak kisah veteran Daniel Manek, dari hansip terjun ke medan tempur di Timor Timur. Daniel Manek adalah veteran yang terlibat langsung dalam operasi militer pertama di Timor Timur atau yang dikenal dengan Operasi Seroja tahun 1975-1976.

Tujuan operasi militer ini adalah merebut kembali Timor Timur dari tangan Portugis untuk berintegrasikan dengan NKRI.

Pria kelahiran Klatun, Desa Bisesmus, Kecamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka ini awalnya sebagai anggota Pertahanan Sipil (Hansip).

Maria Geong: Di Bandara Komodo Satu Minggu 198 Kali Penerbangan, Ini Jumlah Penumpangnya

"Awalnya saya hansip tahun 1975-1976. Kami hansip mewakili Kecamatan Malaka Timur, Malaka Tengah dan Malaka Barat sebanyak 702 orang", kisah Ketua LVRI Daniel Manek, saat ditemui POS-KUPANG.COM, Selasa (13/8/2019).

Menurut Manek, setelah mendapat latihan sekitar dua bulan, mereka sebanyak 702 hansip ditugaskan untuk menjaga perbatasan dari dari Metamauk sampai Laktutus.

Umbu Lili Sebut Pompa Barsha Bisa Menjadi Solusi Antisipasi Rawan Pangan di Sumba Timur

Saat terjadi serangan militer tahun 1975, ia bersama rekan-rekannya sebanyak 702 orang bergeser ke wilayah tempur untuk bergabung dengan TNI dari Yonif 743 dan 507. Mereka bertugas di wilayah
Fohoren, Foholulik, Suai dan Maukata.

"Saat mulai serang militer tahun 1975-1976, kami hansip ditugaskan pertama kali untuk BP (bergabung-Red) dengan 743 dan 705. Kami bertugas pertama di Fohoren, Foholulik, Suai dan Maukata", kata Daniel.

Menurut Daniel, saat menjalani tugas tempur, mereka sebagai hansip memegang senjata seperti TNI. Mereka dibantu oleh rakyat yang dinamakan TBO (tenaga bantu operasional). TBO tidak menggunakan senjata. Peran TBO adalah membantu kelancaran hansip dalam mempertahankan perbatasan.

"Dulu kan belum ada oto. Kalau saat terjadi tempur, mereka siapkan kuda untuk hansip menuju wilayah tempur", ungkap Daniel.

Menurut Daniel, hansip saat itu, sangat berani, disiplin dan taat. Ketika ditugaskan menjaga perbatasan dari Metamauk sampai Laktutus, mereka semua berangkat dengan penuh semangat. Saat itu, belum memiliki kendaraan sehingga mereka berjalan kaki atau menunggang kuda. Meski berjalan di medan berat namun karena jiwa nasionalisme yang tinggi mereka berani menuju lokasi tempur.

Daniel mengatakan, setelah menjalani tugas di daerah tempur, tepatnya April 1976, ia bersama rekan-rekannya ditarik kembali ke Atambua untuk menyusun kekuatan guna merebut wilayah Kecamatan Adikur.

Setelah berhasil merebut Adikur, Daniel mengikuti latihan militer gabungan NTT, NTB dan Bali tahun 1977. Jumlah perserta tes sebanyak 3.000 orang. Dari jumlah itu, hanya 102 orang yang lolos seleksi termasuk dirinya. Saat itu, Daniel bersama rekan-rekan yang lolos seleksi dilantik dengan pangkat strep satu.

Tahun 1979, Daniel mengikuti pendidikan kejuaran Tamtama Zeni Bangunan di Bogor, dan Tamtama mengemudi di Cimahi tahun 1981. Masih di tahun yang sama, Daniel kembali ke Timor Timur untuk menjalani tugas tempur di Kecamatan Viqueque. Bersamaan dengan tugas militer, Daniel menggambil kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke Sekolah Menengah Atas di SMK Kristal Dili. Daniel menjalani tugas tempur tahun 1986-1988 di wilayah Kabupaten Lospalos dan Baucau.

Tahun 1988, Daniel dipindahkan ke Denzibang 4 Korem Dili hingga tahun 1999. Saat eksodus, Daniel pindah ke Denzibang Kupang hingga pensiun tahun 2003 dengan pangkat Sersan Satu (Sertu).

Saat ini, Daniel menjabat sebagai Ketua LVRI Cabang Malaka periode 2018-2023. Daniel mengatakan, dalam masa kemimpinannya dia benar-benar mengedepankan pelayanan. Semenjak dilantik 2018 lalu, ia mengidentifikasi semua veteran di Kabupaten Malaka agar bisa diproses menjadi veteran bergelar. Dengan menjadi veteran bergalar, maka mereka akan mendapatkan hak-haknya sebagai veteran. Saat ini, LVRI Cabang Malaka sedang mengurus calon veteran baru sebanyak 450 orang. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved