MK Tolak Gugatan Gerindra, Begini Tanggapan Anggota DPR RI Terpilih asal NTT Ansy Lema

MK Tolak Gugatan Gerindra, Begini Tanggapan Anggota DPR RI Terpilih asal NTT Ansy Lema

MK Tolak Gugatan Gerindra, Begini Tanggapan Anggota DPR RI Terpilih asal NTT Ansy Lema
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Anggota DPR RI Terpilih asal NTT, Yohanis Fransiskus Lema, S.IP. M.Si 

MK Tolak Gugatan Gerindra, Begini Tanggapan Anggota DPR RI Terpilih asal NTT Ansy Lema

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Anggota DPR RI Terpilih asal NTT Yohanis Fransiskus Lema, S.IP. M.Si, Periode 2019-2024 mengapresiasi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak gugatan yang diajukan Partai Gerindra dengan nomor perkara: 159-02-19-PHPU.DPR.DPD/XVII/2019 pada hari ini, Selasa (8/6/2019).

Majelis MK dalam amar putusannya menegaskan bahwa gugatan Partai Gerindra Tidak Dapat Diterima karena dalil gugatannya kabur dan tidak jelas (Obscuur Libel).

Hj Andi Riski Nur Cahya Sebut KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen Tokoh Panutan

"Hari ini Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutuskan menolak seluruh gugatan Partai Gerinda terhadap KPU yang berpengaruh terhadap kursi saya (Kursi ketujuh di dapil NTT 2/ kursi kedua PDI Perjuangan)," ujar politisi muda PDI Perjuangan yang akrab dipanggil Ansy Lema itu melalui rilis yang diterima POS- KUPANG.COM, Selasa (6/8/2019).

Sebagaimana diketahui, Gerindra telah menggugat Komisi Pemilihan Umum (KPU) terhadap hasil pemilihan legislatif DPR RI untuk daerah pemilihan NTT II meliputi 12 Kabupaten di Pulau Timor, Sumba, Rote dan Sabu.

Disebut Polisi Kelabui Petugas Menyelundupkan Ponsel ke Rutan, Ini Respons Farhat Abbas

Gugatan tersebut berpotensi mempengaruhi perolehan suara ketujuh DPR RI Dapil II NTT yang diperoleh Ansy Lema berdasarkan penetapan KPU. Namun, gugatan tersebut dimentahkan MK pada hari ini.

Menurut Ansy, MK telah bekerja secara profesional dan objektif dalam persidangan. Karena itu, putusan MK yang bersifat final dan mengikat memberikan legalitas hukum yang meneguhkan legitimasi rakyat kepada dirinya. Lebih dari itu, putusan MK menegaskan kembali posisinya sebagai sebagai Anggota DPR RI Terpilih dapil NTT II, Periode 2019-2024.

"MK sebagai muara terakhir pencari keadilan hukum telah memberikan putusan seadil-adilnya. Justitia est ius suum cuique tribuere; Keadilan harus diberikan kepada yang berhak menerimanya. Maka dengan putusan ini, saya bersyukur mendapatkan legitimasi rakyat (pemilu) dan legalitas hukum," papar mantan Presenter TVRI itu.

Selama proses persidangan, aktivis reformasi 98 itu mengaku, diam dan tidak memberikan pernyataan apa-apa. Ia ingin memberikan keleluasaan kepada MK untuk bekerja profesional dengan menjunjung tinggi independensi dan netralitas MK.

"Saya menjunjung tinggi independensi dan netralitas MK. Saya juga menghargai hak konstitusional pihak Pemohon yang mengajukan gugatan ke MK," kata Ansy.

Halaman
12
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved