VIDEO: Model Kantor Cabang Yaspensel di Lewoleba, Diresmikan oleh Wabup Lembata, Thomas Ola Langoday
VIDEO: Model Kantor Cabang Yaspensel di Lewoleba, Diresmikan oleh Wabup Lembata, Thomas Ola Langoday
Penulis: OMDSMY Novemy Leo | Editor: OMDSMY Novemy Leo
VIDEO: Model Kantor Cabang Yaspensel di Lewoleba, Diresmikan oleh Wabup Lembata, Thomas Ola Langoday
POS-KUPANG.COM-KUPANG - VIDEO: Model Kantor Cabang Yaspensel di Lewoleba, Diresmikan oleh Wabup Lembata, Thomas Ola Langoday
Disaksikan POS-KUPANG.COM, Yayasan Pembangunan Sosial Ekonomi Larantuka (Yaspensel) akhirnya memiliki sebuah kantor cabang baru bertempat di Aula Dekenat di Kota Lewoleba, Kabupaten Lembata.
Kantor yayasan milik Keuskupan Larantuka ini diresmikan secara langsung oleh Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday, Rabu (3/7/2019).
Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday, sebagai wakil pemerintah membuka kerjasama dengan pihak Yaspensel berkarya di Lembata.
Disampaikannya, tugas berat pemerintah dan gereja saat ini adalah bagaimana mengubah mindset masyarakat.
"Aspek sosialnya ada di sini. Ekonomi itu urutan yang ke sekian. Soal sorgum, jewawut itu urutan ke sekian. Soal pertama adalah mereka yakin, percaya atau tidak. Kita Harus bangun daerah ini dengan penuh keyakinan," pesan Wabup Thomas.
Menurut dia, membangun mindset masyarakat menjadi tugas pertama yang harus dilakukan Yaspensel. Dalam hal ini, gereja dan pemerintah, lanjutnya, perlu membagi peran terutama dalam hal pendampingan masyarakat.
• VIDEO: Julie Laiskodat Cuci Otak Penenun di NTT Demi Wujudkan Mimpi dan Targetnya, Seperti Apa?
• VIDEO: Julie Sutrisno, Ketua TP PKK NTT Ngaku Belajar dari Ahok BTP Soal Hal Ini
• VIDEO: Gubernur NTT, Viktor Laiskodat Minta Besi Gali dan Lakukan Hal Ini di Perbatasan SB dan SBD
"Tanpa kemitraan, tanpa sinergi tidak mungkin tujuan tercapai," kata Wabup Thomas
Kepada para pimpinan OPD Kabupaten Lembata yant hadir, dia berpesan untuk bekerja jujur, taat aturan, dan disiplin.
Maria Loretha, Manajer Program Yaspensel, menjelaskan Yaspensel hadir untuk menanam dan membudidayakn benih benih lokal yang ada di Kabupaten Lembata seperti Sorgum, Jewawut dan pangan lokal lainnya.
"Kita kembali ke kebun, memanfaatkan lahan tidur yang tidak pernah dikelola," ujar Maria.
Menurutnya, benih-benih sorgum dan jewawut bukan didapatkan dari Pulau Jawa atau Kalimantan, tetapi justru didapatkan dari kebun milik masyarakat sebab benih-benih lokal itu pernah jadi bagian pangan yang menghidupi tubuh manusia NTT beberapa dekade yang lalu.
Bertolak dari kenyataan inilah, pada tahun 2015 pengembangan sorgum dilakukan di Desa Waikerong, Kecamatan Nagawutun hingga panen pada perdana tahun 2016.
Di Desa Waikerong, pihaknya bukan hanya membudidayakan sorgum tapi juga melakukan reboisasi mata air.
Sejak itu, Yaspensel mulai merambah wilayah-wilayah lain di Lembata untuk budidaya sorgum seperti di Kecamatan Omesuri, Wulandoni, Lamalera dan IleApe.
"Tahun yang sama, kami masuk ke Kecamatan Omesuri atas permintaan Anco Leumara. Di sana kami hidupkan kembali jeruk kedang dan hanya berhasil di satu kebun," paparnya.
• VIDEO: Keputusan Gubernur NTT, Viktor Laiskodat Terhadap Masalah Perbatasan SBD dan Sumba Barat
• VIDEO: Basarnas Hentikan Sementara Pencarian Korban Tenggelam Di Sumba Barat Daya
Baginya, sorgum penting dikembangkan karena selain bergizi, jenis pangan dengan nama Latin Sorghum Bicolor ini juga sangat bernilai ekonomis.
Direktur Yaspensel, Romo Benyamin Daud, berujar Yaspensel didirikan oleh Uskup Larantukan Mgr Darius Nggawa pada tahun 1979 sebagai yayasan yang bisa mengembangkan ekonomi rakyat.
Selain pertanian, yayasan ini juga bergerak di bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan dan ekonomi kerakyatan.
Sempat vakum dari tahun 2010-2014, Yaspensel pun mulai berkarya dengan fokus pada ketahanan pangan. Dasarnya adalah tema Aksi Puasa Pembangunan (APP) tentang kedaulatan pangan pada tahun 2011.
"Maka dari inspirasi ini kami berpikir, ini salah satu mutiara yang hilang dan kami mulai bergerak di Lembata."
Romo Deken Lembata, Sinyo da Gomes menyambut baik kehadiran Yaspensel di Lembata untuk kegiatan pelayanan masyarakat.
Menurutnya, Yaspensel adalah perpanjangan tangan dari gereja lokal yang mengemban visi misi keuskupan.
"Gereja dipanggil untuk melayani masyarakat seutuhnya. Bukan hanya jiwa maka butuh badan. Kita dari altar dan pasar."
Romo Sinyo minta Yaspensel untuk membangun komunikasi dengan semua stakeholder yang ada di Lembata guna membudidayakan pangan lokal di NTT. (POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)
Nonton Videonya Di Sini :