VIDEO: Gubernur NTT, Viktor Laiskodat Minta Besi Gali dan Lakukan Hal Ini di Perbatasan SB dan SBD

VIDEO: Gubernur NTT, Viktor Laiskodat Minta Besi Gali dan Lakukan Hal Ini di Perbatasan SB dan SBD

VIDEO: Gubernur NTT, Viktor Laiskodat Minta Besi Gali dan Lakukan Hal Ini di Perbatasan SB dan SBD

POS-KUPANG.COM, TAMBOLAKA - VIDEO: Gubernur NTT, Viktor Laiskodat Minta Besi Gali dan Lakukan Hal Ini di Perbatasan SB dan SBD.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, S.H memutuskan Desa Karang Indah tetap berada dalam wilayah pemerintahan Kabupaten Sumba Barat Daya dengan menetapkan titik tapal batas administrasi pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya dengan Kabupaten Sumba Barat dibagian Selatan Sumba Barat Daya adalah mulai rumah terakhir warga Desa Karang Indah ke arah laut tanjung Rica atau dipinggir perkebunan coklat PT Mitra Niaga di Desa Karang Indah, Kecamatan Kodi Balagar, Kabupaten Sumba Barat Daya.

Gubeenur menegaskan bila menarik garid lurus ke laut dan menemukan rumah warga Desa Karang Indah maka dibelokan, lalu lurus ke laut tanjung rica. Hal itu untuk memastikan semua rumah orang Karang Indah masuk Sumba Barat Daya.

VIDEO: Bupati Manggarai, Deno Kamelus Tandatangan Lanjutan Program Hibah Air Minum Perkotaan

VIDEO: Keputusan Gubernur NTT, Viktor Laiskodat Terhadap Masalah Perbatasan SBD dan Sumba Barat

VIDEO: Begini Penderitaan Para Petani Padi Sawah di Persawahan Parunu, Sumba Timur, NTT

Penetapan diambil setelah Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, S.H mengadakan pertemuan tertutup dengan tokoh masyarakat Desa Karang Indah, Bupati dan Wakil Bupati SBD, Markus Dairo Tallu, S.H-Drs.Ndara Tanggu Kaha dan Bupati dan wakil bupati Kabupaten Sumba Barat, Drs.Agustinus Niga Dapawole-Marthen Ngailu Toni, S.P serta Ketua DPRD Sumba Barat, Gregorius HBL Pandango, S.E dan Wakil Ketua DPRD Sumba Barat, Daniel Bili, S.H di dalam Kantor Desa Karang Indah, SBD sesaat setelah mendengarkan aspirasi warga Desa Karang Indah yang menyatakan menolak bergabung ke Kabupaten Sumba Barat di kantor Desa Karang Indah, SBD, Kamis (20/6/2019).

Pernyataan penolakan itu disampaikan langsung puluhan tokoh masyarakat Desa Karang Indah termasuk tokoh perempuan dihadapan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, S.H, Bupati Dan Wakil Bupati Kabupaten Sumba Barat Daya, Markus Dairo Tallu, S.H dan Drs.Ndara Tanggu Kaha serta Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sumba Barat, Drs.Agustinus Niga Dapawole dan Marthen Ngailu Toni, S.P, Ketua DPRD Sumba Barat, Gregorius HBL Pandango, S.H dan Wakil Ketua DPRD Sumba Barat, Daniel Bili, S.H dalam pertemuan bersama yang berlangsung di kantor Desa Karang Indah, SBD, Kamis (20/6/2019) pagi.

Puluhan tokoh masyarakat Desa Karang Indah, SBD tersebut adalah Yonatan Loghe, Dominggus Dengi Wungo, Stefanus H.Mone, Marthen Leko,Isak Dara Mone, Maksianus Tari Radu, Ibu Yuli, Nikolaus, Benyamin dan Ibu Paulina serta lainnya.

VIDEO: Sasando Internasional Hotel Diambil Alih Pemprov NTT, Satpol PP Lakukan Hal Ini

VIDEO: Usai Minum Sopi Sophia Hasil Riset Undana, Gubernur NTT Viktor Laiskodat Nyeletuk Begini

Setelah menyampaikan keputusan tersebut dihadapan masyarakat Desa Karang Indah dan masyarakat SBD umumnya, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, S.H bersama 4 tokoh masyarakat Desa Karang Indah, Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya, Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat, pimpinan DPRD Sumba Barat serta tokoh masyarakat Sumba Barat bertolak menuju titik tapal batas administrasi pemerintahan Sumba Barat Daya dengan Sumba Barat mulai rumah terakhir warga Desa Karang Indah menuju ke laut tanjung Rica atau dipinggir perkebunan coklat PT Mitra Niaga di Desa Karang Indah, Sumba Barat Daya.

Peletakan dan penanam batu sebagai tanda tapal perbatasan Sumba Barat Daya dengan Sumba Barat ditandai pula dengan pemotongan satu ekor kerbau dan satu babi oleh perwakilan kedua pemerintahan yakni Sumba Barat Daya dan Sumba Barat dan diakhiri pula dengan saling berjabatan tangan serta saling cium khas Sumba gubenur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, S.H dengan tokoh masyarakat, bupati dan wakil bupati Sumba Barat, bupati dan wakil bupati Sumba Barat Daya, pimpinan DPRD Sumba Barat dan tokoh masyarakat kedua kabupaten.

Usai meletakan tapa batas itu, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, S.H langsung meninggalkan lokasi kegiatan menuju Bandara Tambolaka, SBD sekitar pukul 13.00 wita untuk seterusnya ke Jakarta guna melaporkan hasil keputusan penyelesaian tata batas Sumba Barat dan Sumba Barat Daya kepada pemerintah pusat.

Sementara itu dua tokoh masyarakat Desa Karang Indah, Yonatan Loghe dan Dominggus Dengi Wungo, menyampaikan terima kasih banyak kepada Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, S.H yang telah mengambil keputusan tepat sesuai suara rakyat Desa Karang Indah. (POS-KUPANG.COM, Petrus Piter)

)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved