GKS Waingapu Gelar Turnamen Futzal Antar Umat, Jimmi Apresiasi

Gereja kristen Sumba (GKS) Jemaat Waingapu, Kabupaten Sumba Timur menggelar turnamen futzal antar umat beragama.

Penulis: Robert Ropo | Editor: Adiana Ahmad
POS-KUPANG.COM/ ROBERT ROPO
ketua umum Asosiasi Futsal Provinsi NTT Jimmi Sianto 

GKS Waingapu Gelar Turnamen Futzal Antar Umat, Jimmi Apresiasi

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU- Gereja kristen Sumba (GKS) Jemaat Waingapu, Kabupaten Sumba Timur menggelar turnamen futzal antar umat beragama.

Turnamen tersebut berlangsung di Stadion Futzal San Siro, Padadita, Kelurahan Kambaniru, Kecamatan Kambera  mulai tanggal 24 sampai 26 Mei 2019.

Kegiatan itu dibuka oleh Asisten III Setda Sumba Timur Isak Raga Kodha dengan ditandai dengan menendang bola.

Tertibkan AKDP dan Travel Liar, Dinas Perhubungan Lakukan Operasi Gabungan di Oesapa dan Bimoku

Adapun hadir dalam kegiatan pembukaan turnamen itu, Ketua Komisi V DPRD Propinsi NTT selaku ketua umum Asosiasi Futsal Provinsi NTT Jimmi Sianto bersama sejumlah anggota DPRD Komisi V, Sekertaris Kesbangpol,  perwakilan pimpinan Forkompimda, ketua BPMJ Pdt. Adi Umbu Reku, Koordinator Pemuda GKS Waingapu Pdt. Helena Mila Ate, Pdt. Julius Djara, dan Pdt. Ester Tamu Apu serta para undangan lainya.

Ketua Umum Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) NTT, Jimmi Sianto dalam sambutanya pada acara pembukaan turnamen itu menyampaikan Propinsi NTT di kenal dengan tingkat toleransi antar umat beragama yang paling tinggi sehingga NTT di sebut Nusa Terindah Toleransi, sebagai bukti hari ini GKS Jemaat Waingapu menggelar turnamen Futsal  antar umat beragama. Dan turnamen futsal itu merupakan turnamen pertama di buka pada tahun 2019 khususnya di Waingapu,

Ini Penjelasan Polres Manggarai Soal Kebakaran Pustu Wae Renca di Manggarai

Karena itu, Jimmi memberikan apresiasi kepada badan pengurus kepada GKS waingapu, sebab menurutnya itu adalah sesuatu contoh yang baik.

Masih menurut Jimmi, pelaksanaan turnamen itu tidak hanya sebatas toleransi antar umat beragama, tetapi bagi pihaknya itu juga bagian dari pembinaan futsal di NTT khususnya Waingapu dan Futsal saat ini tidak hanya digemari  di Kupang sebagai pusat ibu kota propinsi tetapi bisa juga di daerah.

Jimmi juga mengapresiasi kepada pengurus futsal dan Koni Sumba Timur pada saat pekan olahraga propinsi NTT juga ikut terlibat. Keterlibatan bukan soal kalah dan menang tetapi dibutuhkan partisipasi untuk menunjukan bahwa futzal di Sumba Timur juga ada.

Marthen Ingatkan Pemindahan CPNS Anak Pejabat Jangan Sampai Kangkangi Regulasi

"Ada 17 Tim yang ikut dalam turnamen ini bisa melahirkan atlet berprestasi bukan hanya ditingkat Sumba Timur, tetapi juga tetapi membawa kebanggaan untuk NTT,"imbuhnya.

Jimmi juga mengatakan dalam rangka persiapan pra PON nanti, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan seleksi pemain futzal untuk pra PON dengan batas usia maksimal kelahiran 1 Januari 1997.

Jimmi juga meminta kepada para pemilik club agar terus melakukan pembinaan kepada para pemain. Dan kepada para atlet agar terus berlatih.

"sehingga diharapkan jika ada pelaksanaan kursus nanti ada para pelatih mengambil lisensi, karena dengan mengikuti kursus akan menambah wawasan,"pinta Jimmi.

Jimmi juga mengapresiasi kepada Afkab Sumba Timur yang sudah mengikuti sertakan kursus wasit dan sudah memiliki 3 orang wasit, sebab ada daerah yang tidak ada wasit.

Disebut Masuk dalam Tim, Otto Hasibuan Pastikan Tak Jadi Pengacara Prabowo-Sandi

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved