Tahun Ini Badan Lingkungan Hidup TTU Lakukan Penghijauan di 10 Sumber Mata Air

Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) melalui Badan Lingkungan Hidup terus melakukan kegiatan dalam upaya untuk menjaga kelestarian lingkungan

Tahun Ini Badan Lingkungan Hidup TTU Lakukan Penghijauan di 10 Sumber Mata Air
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten TTU, Ferdinandus Lio. 

Tahun Ini Badan Lingkungan Hidup TTU Lakukan Penghijauan di 10 Sumber Mata Air

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU- Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) melalui Badan Lingkungan Hidup terus melakukan kegiatan dalam upaya untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Salah satu kegiatan yang nantinya akan dilakukan dalam rangka untuk melestarikan lingkungan yakni penghijauan di sekitar 10 sumber mata air di beberapa desa di TTU.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten TTU, Ferdinandus Lio kepada Pos Kupang saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (21/5/2019).

Wartawan BBC Wawanxara Gubernur NTT Soal Penutupan Taman Nasional Komodo

Ferdinandus mengatakan, kegiatan penghijauan di 10 titik mata air di wilayah Kabupaten TTU dilakukan dalam rangka untuk melestarikan lingkungan.

"Pada tahun ini juga, dalam kaitannya dengan pelestarian lingkungan kita juga akan lakukan penghijauan di 10 sumber mata air," ungkap Ferdinandus.

Ferdinandus mengharapakan, agar dengan adanya penghijauan di 10 titik sumber mata air, maka akan menjaga sumber mata air sehingga kedepan tidak akan mengalami kesulitan air.

Terkait pola yang dilakukan dalam kegiatan pelestarian lingkungan, jelas Ferdinandus, adalah pola partisipasi masyarakat, dimana masyarakat dilibatkan dalam seluruh tahapan kegiatan.

Bulan Depan Pemprov NTT Produksi Sophia

"Jadi mulai dari pembibitan, penanaman, dan pemeliharaan dilakukan oleh masyarakat. Dan kita membayar masyarakat berupa HOK," ungkapnya.

Ferdinandus mengatakan, tujuannya adalah agar masyarakat merasa memiliki sehingga mereka dapat merawat pohon yang sudah ditanam itu.

"Jadi mereka tidak akan selesai setelah ada anggaran, tapi setelah anggaran selesai mereka masih melakukan perawatan secara swadaya dan juga bisa melanjutkan kegiatan yang sudah kita lakukan," ujarnya. (*)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved