BREAKING NEWS: Mantan Gubernur NTT Frans Lebu Raya Penuhi Panggilan Kejati, Terkait Proyek NTT Fair
Mantan Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memenuhi panggilan Kejati NTT untuk memberi keterangan dalam kasus dugaan Proyek NTT Fair.
Penulis: Ryan Nong | Editor: Adiana Ahmad
Mantan Gubernur NTT Frans Lebu Raya Penuhi Panggilan Kejati, Terkait Proyek NTT Fair
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong
POS-KUPANG.COM | KUPANG- Mantan Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memenuhi panggilan Kejati NTT untuk memberi keterangan dalam kasus dugaan Proyek NTT Fair.
Mantan orang nomor satu di Provinsi NTT itu tiba di Kantor Kejati NTT, Jalan Polisi Militer Kecamatan Oebobo Kota Kupang pada Rabu (2/5/2019) sekira pukul 09.00 Wita.
Saat tiba, Frans yang akrab disapa FLR itu mengenakan hem putih dengan paduan celana hitam. Frans tampak didampingi oleh petinggi partai PDI Perjuangan Provinsi NTT, Niko Frans.
• Begini Perasaan Mantan Gubernur NTT Frans Lebu Raya Setelah Bertemu Paus Fransiskus
• Rayakan Natal Bersama! Frans Lebu Raya Bilang Orang Mati Mempersatukan Kita
Sampai di Kantor Kejati, Frans dengan senyum menyalami para pegawai dan para jaksa yang berada di ruang lobi hingga gedung tersebut sebelum masuk ke ruang Penyidikan Tindak Pidana Khusus.
Frans dipanggil untuk menjalani pemeriksaan terkait dugaan korupsi pada proyek Gedung NTT Fair yang berlokasi di Bimoku Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang.
Dugaan korupsi di NTT Fair terindikasi dari adanya mark up setelah pembayaran keseluruhan biaya namun pengerjaan fisik belum selesai sesuai dengan kontrak kerja.
Mantan Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya menyatakan dirinya tidak pernah mengintervensi dalam pekerjaan proyek NTT Fair yang menghabiskan total anggaran Rp 29 Miliar.
Tidak Pernah Intervensi
Frans Lebu Raya diperiksa selama lebih dari dua oleh penyidik Tindak Pidana Khusus di Kejati NTT pada Kamis (2/4/2019) dalam kapasitas sebagai saksi dalam dugaan proyek NTT Fair pada tahun anggaran 2018.
Frans yang mengenakan hem putih dengan paduan celana hitam tampak santai dan tenang.
Usai keluar dari gedung Kejati NTT pada pukul 11.20 Wita, Frans tampak santai menjawab pertanyaan dari wartawan yang sudah menunggunya.
Kepada wartawan usai pemeriksaan, Frans Lebu Rayamengungkapkan ia dipanggil dan dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus NTT Fair.
Ia, lebih lanjut mengaku tidak ingat berapa jumlah pertanyaan yang diajukan jaksa.
Namun, katanya, ia ditanya dan menjelaskan dalam kapasitasnya sebagai Gubernur yang bertanggung jawab dan mengetahui pada tataran kebijakan.
“Saya menjawab sebagai saksi terkait dengan pekerjaan NTT Fair. Ditanyakan dalam pekerjaan NTT Fair peran saya seperti apa, lalu saya menjelaskan peran saya dalam tataran kebijakan,” ungkap Frans kepada wartawan.
Frans tampak didampingi oleh petinggi partai PDI Perjuangan Provinsi NTT, Niko Frans dan ajudannya.
Telan Dana Rp 90 Miliar
Seperti diberitakan POS-KUPANG.COM, Proyek pembangunan NTT Fair di kawasan Lasiana, Kota Kupang yang dikelola Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Provinsi NTT, bakal menelan dana Rp 90 miliar dari APBD NTT.
• INTIP ZODIAK BESOK! Ramalan Zodiak Jumat 3 Mei 2019, Taurus Menentang Tradisi, Leo Ingin Membantu
• Bawaslu Sumbar Periksa Ketua DPD Berkarya Sumba Barat
Saat ini proyek yang dikerjakan PT Kencana Raya Abadi Sentosa sebagai kontraktor dan CV Saba Consultan sebagai konsultan teknik, baru pembangunan auditorium dua lantai untuk tahun 2016 dengan total dana Rp 15 miliar.
Sisa dana sekitar Rp 70 miliar untuk beberapa obyek pembangunan direncanakan diusulkan pada tahun 2017.
Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno didampingi anggota Komisi II DPRD NTT, Yeni Veronika, ketika melakukan pemantauan di lokasi proyek, Selasa (7/6/2016) menanyakan kepada pengelola proyek soal item pekerjaan yang dilaksanakan di proyek NTT Fair.
• Pingin Tahu Fakta di Balik Tanggal Kedaluwarsa pada Makanan? Ini Penjelasannya
• Program Pembentukan Otot- Intip Bahaya Kebanyakan Konsumsi Protein Shake
Pua Geno menanyakan soal anggaran termasuk item pekerjaan sampai selesai nanti.
Dari penjelasan Kepala Bidang Promosi dan Kerjasama BKPMD NTT, Gina Manbait, dihadiri juga tim teknis, Johanes Gomeks, proyek NTT Fair ini secara keseluruhan menelan dana Rp 90 miliar.
Untuk saat ini, kata Gina, pekerjaan baru Auditorium dua lantai yang peruntukannya buat pameran juga untuk acara hiburan maupun kegiatan lainnya.
Kawasan NTT Fair juga akan dibangun restoran juga gedung utama lain termasuk penataan kawasan yang ada untuk pameran pembangunan.
"Sementara ini kami bangun jalan dua jalur masuk ke lokasi NTT Fair, penataan kawasan perparkiran dan bangun auditorium dengan dana Rp 15 miliar. Untuk item pekerjaan lainnya nanti diusulkan pada tahun anggaran 2017 sekitar Rp 70 miliar," kata Gina kepada Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno, pada 2016 silam.
• Dinas Koprindag Malaka Siap Mendampingi Masyarakat Pembuat Moke
• INTIP ZODIAK BESOK! Ramalan Zodiak Jumat 3 Mei 2019, Taurus Menentang Tradisi, Leo Ingin Membantu
"Memang proyek pembangunan auditorium sementara vakum karena persoalan teknis gardu listrik yang bertegangan tinggi di lokasi proyek. Kita sudah komunikasikan dengan pihak PLN untuk bisa dibongkar gardunya," kata Gina.
Pua Geno menanyakan apakah audotorium ini desainnya ada nuansa lokal seperti bangunan Kantor Gubernur NTT yang ada Sasandonya atau semuanya nuansa modern, dijawab Dina bahwa semuanya nuansa modern.
Pua Geno sempat meminta maket pekerjaan proyek itu tetapi dijawab ada di kantor.
"Saya memang harus melihat kondisi lapangan NTT Fair karena pekan depan Gubernur NTT akan menyampaikan laporan soal pembangunan di DPRD NTT.
Tentu kami berharap NTT Fair ini ada nuansa lokalnya dan bisa digunakan untuk arena pameran pembangunan," kata Pua Geno. (*)