Mahasiswi Kupang Ditabrak Kereta Api

Detik-detik Mahasiswi Poltekes Kupang, Marlony Natonis, Tewas Tersambar Kereta Api

Marloni Natonis (19), mahasiswi asal Kupang yang sedang magang di RS Bhayangkara Yogyakarta tewas tertabrak kereta pada Senin (25/03/2019) sore.

Detik-detik Mahasiswi Poltekes Kupang, Marlony Natonis, Tewas Tersambar Kereta Api
Istimewa/Tribunjogya
Polisi melakukan oleh TKP mahasiswa asal Kupang yang tertabrak kereta api di Kalasan pada Senin (25/3/2019). 

Detik-detik Mahasiswi Poltekes Kupang, Marlony Natonis, Tewas Tersambar Kereta Api

POS-KUPANG.COM, YOGYAKARTA - Marloni Natonis (19), mahasiswi asal Kupang yang sedang magang di RS Bhayangkara Yogyakarta tewas tertabrak kereta pada Senin (25/03/2019) sore.

Polisi kemudian menceritakan detik-detik Marlony Natonis tewas tertabrak kereta api.

Kapolsek Kalasan, Kompol Partono, mengungkapkan peristiwa yang menewaskan Marlony terjadi, Senin (25/03/2019) sekitar pukul 16.00 WIB.

Partono menjelaskan Marlony tertabrak kereta api saat sedang berfoto-foto di perlintasan kereta di daerah Dusun Kalibening, Tirtomartani, Kalasan, Sleman.

VIDEO: Keluarga Gadis yang Tewas Terseret Kereta Api Ungkap Karakter Marlony Natonis

Sebelum Tewas Diseret Kereta Api Mahasiswi Poltekes Kupang Ini Sempat Bilang Ini Pada Keluarganya

"Saat itu, korban bersama dua rekannya. Mereka adalah mahasiswi yang sedang menjalani magang di RS Bhayangkara," jelas Partono kepada Tribunjogja.com, Selasa (26/03/2019).

Berdasarkan laporan dari Polsek Kalasan, saat itu Marloni sedang berfoto di tengah rel sisi utara.

Ia juga sempat meminta salah satu rekannya untuk memotret dirinya, dengan latar berupa kereta yang sedang lewat di rel sisi selatan.

Namun tiba-tiba muncul KA 2761F jurusan Ceper-Cilacap melintas di rel utara.

Korban yang tidak menyadari adanya kereta pun langsung tertabrak dan tewas di tempat.

"Kemungkinan yang bersangkutan terlalu asyik berfoto sehingga tidak mendengar dan melihat kereta melintas dari arah timur," papar Partono.

Menurut Partono, kasus ini langsung ditangani oleh Polsek Kalasan sesat usai kejadian.

Pimpinan Bank BNI dan Pegawai Tewas Terbakar dalam Kecelakaan

5 Pegawai Bank Tewas Terbakar saat Kecelakaan Maut Avanza vs Truk

Dua rekan korban pun sudah dimintai keterangan terkait kasus kecelakaan tersebut.

Korban kemudian langsung dievakuasi dari lokasi kejadian oleh pihak kepolisian, sekaligus melakukan olah TKP.

"Jenazah korban saat ini sudah berada di RS Bhayangkara, Kalasan," kata Partono.

Usai kejadian pihak Polsek Kalasan langsung mengevakuasi jenazah korban dari lokasi kejadian di Dusun Kalibening, Tirtomartani ke RS Bhayangkara Yogyakarta.

Kepala RS Bhayangkara Kompol dr Theresia Lindwati menyatakan hingga saat ini jenazah masih berada di Ruang Jenazah.

"Hingga saat ini masih menunggu kedatangan keluarga korban dari NTT," jelas Theresia via telepon, Selasa (26/03/2019).

Inilah Foto-foto Terakhir Mahasiswi Poltekes Kupang Sebelum Diseret Kereta Api di Yogyakarta

Sebelum Terseret Kereta Api Marlony Bilang Rindu Pulang Kupang ke Keluarga

Theresia menyatakan pihaknya telah mengabarkan keluarga korban.

Jasad mahasiswi Poltekkes Kemenkes Kupang ini sudah berada di RS Bhayangkara sejak Senin sore.

Kampus Terkejut

Pembantu Direktur III Poltekes Kemenkes Kupang, Wilhelmus Olin SF MSc Apt, mengatakan Marloni dan dua rekannya adalah mahasiswi Jurusan Gizi.

Ia menerima kabar kematian Marlony dari dua rekannya yang selamat.

"Katanya setelah dinas di Rumah Sakit, mereka pergi rekreasi. Foto-foto rel kereta api. Eh setelah itu, kami dapat telepon kalau Marlony diseret kereta api," ujar Wilhelmus.

Ia mengatakan pihak Rumah Sakit Bhayangkara juga sudah menghubungi Poltekes Kemenkes Kupang.

Ketua Jurusan Gizi, Agustina Setia, juga sudah berangkat ke Yogyakarta untuk mengurus kepulangan jenazah.

BREAKING NEWS : Mahasiswi Poltekes Kemenkes Kupang Meninggal Terseret Kereta Api

Kronologi Lengkap Mahasiswi Poltekes Kupang Tewas Terseret Kereta Api Berawal Dari Foto Dekat Kereta

"Tadi Subuh-subuh Ketua Jurusan Gizi, Agustina Setia, sudah berangkat ke Yogyakarta. Kita doakan semoga proses pemulangan jenazah lancar," ungkapnya.

Duka mendalam menyelimuti rumah duka di RT03, Desa Penfui Timur.

Novi Natonis, kakak kandung Marlony, sempat berpesan kepadanya sebelum berangkat ke Yogyakarta, 30 Januari silam.

"Waktu mau berangkat, kami sekeluarga, ayah-ibu, kakak-adik antar, Marlony ke Bandara El Tari. Yah pesan dari kami waktu itu, intinya dia bisa jaga kesehatan. Atur makan dan minum baik-baik," kenang Novi.

Selama berada di Yogyakarta, kata Novi, hampir setiap hari Marlony menghubungi keluarga melalui telepon atau video call.

Di matanya, sang adik adalah sosok pribadi penyayang.

Presentasi Penurunan Jumlah Masyarakat Miskin di Sumba Timur Belum Signifikan

Puskesmas Kota Jadi Puskesmas Contoh di Manggarai

"Dia selalu rindu, sayang dengan adik-adiknya. Kalau dia ke luar jauh, pasti dia akan selalu tanya kabar adik-adiknya," kata Novi.

Terakhir, Marlony menghubungi keluarga, Sabtu (24/3/2019).

Kepada keluarga, Marlony mengatakan kalau dirinya ingin cepat-cepat pulang ke Kupang.

Keluarga Terpukul

Novi mengaku sangat terpukul begitu mendengar sang adik tercinta mengalami kecelakaan.

"Itu yang sangat membuat saya sedih, mengapa dia harus meninggal dengan cara seperti itu," ujarnya.

Kakak Marlony lainnya, Didin Boimau Marlony Natonis, menambahkan adiknya memang sangat rindu pulang ke Kupang.

"Saya video call dengan dia, Sabtu (24/3/2019) sore. Itu terakhir di kontak kami. Dia bilang dia sangat rindu pulang ke Kupang," kata Didin saat ditemui di rumah duka.

VIDEO: Begini Pesan Khusus Viktor Lasikodat Kepada Ketua dan Pengurus Partai Nasdem di Malaka

VIDEO: Lihainya Para Remaja di Malaka Menarikan Tarian Bidu Sambut Kedatangan Viktor Laiskodat

Didin mengungkapkan, selama berada di Yogyakarta Marlony sering menghubungi keluarga.

"Dia bahagia sekali kalau bicara dengan kami. Terutama dengan adik-adiknya. Dia suruh adik-adiknya menyanyi," ungkap Didin terbata-bata.

Didin mengatakan, Marlony berangkat ke Yogyakarta 30 Januari 2019 untuk menjalani PKL di Rumah Sakit Bhayangkara.

Ia bersama keluarga setiap hari selalu mendoakan agar Marlony selalu sehat di tempat PKL.

Agus Natonis, ayah Marlony bahkan sempat tak percaya kabar duka yang menimpa buah hatinya.

Sementara Ibunda Marlony, Yosina Nomleni, tak bisa berkata-kata. Hanya air mata terus membasahi pipinya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dan Pos-Kupang.com

Editor: Hasyim Ashari
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved