Presentasi Penurunan Jumlah Masyarakat Miskin di Sumba Timur Belum Signifikan
Bupati Sumba Timur Drs. Gidion Mbilijora, M.Si mengatakan presentase penurunan jumlah masyarakat miskin di daerah itu belum signifikan
Penulis: Robert Ropo | Editor: Adiana Ahmad
Presentasi Penurunan Jumlah Masyarakat Miskin di Sumba Timur Belum Signifikan
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo
POS-KUPANG. COM | WAINGAPU- Bupati Sumba Timur Drs. Gidion Mbilijora, M.Si mengatakan presentase penurunan jumlah masyarakat miskin di Kabupaten Sumba Timur belum signifikan.
Karena itu perlu dilakukan perbaikan dengan pola pendekatan untuk pengentasan kemiskinan secara keroyokan.
Bupati Gidion menyampaikan itu dalam sambutanya saat Rapat Kerja (Raker) Pamong Praja Tingkat Kabupaten Sumba Timur Tahun 2019 yang berlangsung di gedung Nasional Umbu Tipuk Marisi Kota Waingapu, Selasa (26/3/2019.
• RDK Dewan Memanas Terkait Dana DAK Afirmatif Rp 19 Miliar, Yosep Lede Bicara dengan Nada Tinggi
Hadir dalam Raker Pamong Praja itu, Wakil Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali, ST, MT, Ketua DPRD Sumba Timur Drh. Palulu Pabundu Ndima, Pimpinan Forkompimda, pimpinan OPD, para Camat, Pemerintah Desa, Toko Masyarakat, Tokoh Agama, dan undangan lainya.
Bupati Gidion mengatakan, mencermati tren penurunan presentase jumlah penduduk miskin di Kabupaten Sumba Timur sejak tahun 2015 sebesar 31,73% dan sampai dengan tahun 2017 sebesar 31.03%. Terlihat kurang adanya penurunan yang signifikan jika dibandingkan dengan program dan kegiatan yang telah dilaksanakan baik yang dibiayai oleh APBD maupun dana desa.
Menurut Gidion, salah satu faktor yang menyebabkan kurang efektifnya upaya penangan pengetasan kemiskinan itu adalah kurang terintegrasinya penangan antara perangkat daerah dan pemerintah desa terhadap rumah tangga miskin dan kurang fokusnya terhadap penangan sejumlah faktor yang menyebabkan masyarakat miskin.
• Listrik Padam di Dua SMK di TTS Saat Penyelenggara UNBK
Sehingga untuk pengetasan kemiskinan pada tahun 2019 dan tahun 2020 harus dilakukan perbaikan dalam pola pendekatan pengetasan kemiskinan dan harus dilakukam secara integrasi, konvergensi dan keroyokan oleh semua perangkat daerah dan pemerintah Desa dengan berbasis data terpadu dan pendekatan prioritas serta tepat sasaran.
"Harus kita kolaborasi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Propinsi, Pemerintah Kabupaten, Kecamatan hingga sampai di Desa untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan,"tandas Gidion.
Kata Gidion, desa memiliki peran sangat penting melalui dana desa untuk merancang untuk merancang terkait program-program untuk pembenahan ekonomi.
"Kalau dana desa itu untuk pembangunan jalan desa itu sudah cukup harus beralih ke pemberdayaan ekonomi. Jadi kita sistimnya keroyokan dari tingkat desa, kabupaten, Propinsi, dan pusat untuk kita kerja sama mengetaskan kemiskinan ini,"tambah Gidion.
• Masyarakat Miskin Bisa Akses Posbakum di PN Agama Ende
Gidion juga mengatakan salah salah satu sektor untuk mengetas angka kemuskinan yakni pariwisata.
Menurut Gidion, alam Sumba Timur yang indah dan unik yang kini semakin mendunia, hal ini hendaknya dipertahankan dan ditingkatkan karena keberhasilan sektor pariwisata akan memberi dampak yang baik bagi roda perekonomian di Sumba Timur.
"Jadi masyarakat di lokasi pariwisata itu bisa berjualan sofenir, atau kuliner dan sebagainya untuk meningkatkan pendapat ekonomi masyarakat itu sendiri,"ungkap Gidion.