Opini Pos Kupang
Pembangunan Infrastruktur dan Kesiapan Tenaga Kerja Konstruksi
VISI NTT Bangkit, mewujudkan masyarakat sejahtera merupakan spirit baru buat seluruh komponen masyarakat NTT yang dinakhodai duet Victory-Joss.
Kami sangat sepakat dengan apa yang ditegaskan oleh Gubernur NTT dalam berbagai kesempatan bahwa masalah utama orang NTT bekerja di luar negeri adalah bukan karena minimnya lapangan pekerjaan,
tetapi lebih kepada pengetahuan (knowledge) dan ketrampilan (skill) dari tenaga kerja yang ada tidak memadai.
Di sini kita melihat bahwa pengetahuan saja tidak cukup. Untuk dapat bersaing maka hal yang tidak kalah penting adalah ketrampilan.
Dengan memiliki ketrampilan yang baik, maka para lulusan sekolah maupun perguruan tinggi akan mampu bersaing di era globalisasi dan digital.
Jika ketrampilan dari para tenaga kerja yang ada tidak memadai maka akan menjadi permasalahan dalam pembangunan seperti meningkatnya jumlah pengangguran.
Secara umum, yang dimaksud pengangguran adalah orang yang masuk dalam angkatan kerja (15-64 tahun) dan tidak mempunyai pekerjaan atau sedang mencari pekerjaan.
Jika kita ingin lebih spesifik lagi, pengangguran adalah orang-orang dalam angkatan kerja yang saat itu tidak bekerja/sedang mencari kerja, dengan sengaja tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak mungkin mendapatkannya,
atau mereka yang sebenarnya sudah mempunyai pekerjaan, tetapi belum mulai
bekerja. (Seno Adji, 2018).
Jumlah pengangguran menurut tingkat pendidikan yang ditamatkan di NTT berjumlah 78.548 orang, dengan jumlah laki-laki sebanyak 46.322 orang dan perempuan sebanyak 32.226 orang. (BPS NTT 2018).
Jumlah tersebut didominasi oleh SLTA ke atas sebanyak 56.447 orang dengan laki-laki sebanyak 31.201 dan perempuan sebanyak 25.246 orang.
Urutan kedua ditempati oleh tingkat pendidikan SD ke bawah yang berjumlah 14.985 dengan jumlah laki-laki sebanyak 10.503 orang dan jumlah perempuan sebanyak 4.482 orang.
Urutan yang ketiga ditempati oleh tingkat pendidikan SLTP yang berjumlah 7.116 dengan jumlah laki-laki sebanyak 4.618 orang dan jumlah perempuan sebanyak 2.498.
Data tersebut berbeda dengan data yang ada dalam rancangan awal RPJMD Provinsi NTT 2018-2023 yang mana keduanya, BPS NTT maupun Tim Penyusun RPJMD, sama-sama merujuk pada Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) 2017.
Kesimpulan yang diambil dalam RPJMD, penganggur dengan yang berpendidikan SLTA ke atas lebih banyak didominasi perempuan, sedangkan menurut BPS NTT, sebaliknya, yakni didominasi oleh laki-laki.
Ini perlu diluruskan agar tidak bias di dalam melakukan perencanaan dalam penanganannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/jalan-rusak-di-borong-matim.jpg)