Terlibat Cekcok, Tukang Ojek Ini Aniaya Istri hingga Tewas, Polisi Tetapkan Pelaku Jadi Tersangka

Terlibat Cekcok, Tukang Ojek Ini Aniaya Istri hingga Tewas, Polisi Tetapkan Pelaku Jadi Tersangka

Terlibat Cekcok, Tukang Ojek Ini Aniaya Istri hingga Tewas, Polisi Tetapkan Pelaku Jadi Tersangka
Kompas.com/ERICSSEN
Ilustrasi penganiayaan 

Terlibat Cekcok, Tukang Ojek Ini Aniaya Istri hingga Tewas, Polisi Tetapkan Pelaku Jadi Tersangka

POS-KUPANG.COM | AMBON - Seorang tukang ojek di Kota Ambon, ZA (28), tega menghabisi nyawa istrinya, Nur Nabila Nawaly (25), karena keduanya cekcok.

Insiden pembunuhan yang menghebohkan warga di Kota Ambon itu terjadi di kamar indekos pelaku dan korban di kawasan Puncak Wara, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau Ambon, Jumat (8/3/2019).

SAR Temukan Kapal Pengangkut Jenazah yang Sempat Hilang karena Mati Mesin, Penumpang Selamat

Korban merupakan karyawati di sebuah pusat perbelanjaan di Ambon. Setelah insiden itu, pelaku langsung dimintai keterangannya oleh polisi dan ditetapkan sebagai tersangka.

Selanjutnya, pelaku ditahan di Rumah Tahanan Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease.

Biaya Sortir Surat Suara di KPUD Lembata Rp 40 Juta Lebih

"Setelah menjalani pemeriksaan ZA langsung ditetapkan sebagai tersangka," kata Wakapolres Pulau Ambon Kompol Ferry Mulyana kepada wartawan di Kantor Polres Pulau Ambon, Sabtu (9/3/2019).

Ferry menyampaikan, kasus tersebut terbongkar dari laporan sang suami yang mengatakan bahwa istrinya over-dosis.

Tersangka juga sempat membawa korban ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, korban meninggal dunia sesampainya mereka di rumah sakit.

"Dalam hal ini Satreskrim tidak mudah mempercayai begitu saja laporan pelaku, karena setelah dilakukan olah TKP, ditemukan beberapa titik dugaan kekerasan, termasuk dari sejumlah keterangan saksi," ujar Ferry.

Menurut dia, dari keterangan saksi, sebelum pembunuhan itu terjadi, korban dan pelaku cekcok hingga mengakibatkan ZA nekat menganiaya istrinya.

Terkait kasus ini, penyidik telah memeriksa 10 orang saksi dan menyita barang bukti berupa baju dan sehelai kain yang dipakai tersangka untuk menyeka bercak darah di bagian kepala dan tubuh korban.

"Jadi penyebabnya itu cekcok mulut soal ketidakjujuran dalam rumah tangga. Pelaku minta izin keluar dengan alasan untuk bermain game ternyata setelah korban cek tidak ada. Lalu setelah ketemu korban bertanya dan saat itu pelaku marah," papar Ferry.

Ia juga mengatakan, dari keterangan sejumlah saksi, pelaku selama ini kerap menganiaya istrinya. Saat diperiksa polisi, pelaku akhirnya mengakui perbuatan tersebut.

"Pelaku sudah mengakui semua perbuatannya itu. Memang tersangka ini selalu menganiaya istrinya," ujar dia. (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved