Berita Pendidikan
Simak Apa Yang Terjadi Saat Stikes Maranatha Luluskan 102 Perawat Baru
Valentina Juwita tak kuasa menahan haru pada acara Angkat Sumpah Perawat Lulusan Program Pendidikan Profesi Ners Stikes Maranatha.
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Apolonia Matilde
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Rikardus Wawo
POS-KUPANG.COM|KUPANG - Valentina Juwita Ipimas tak kuasa menahan haru dan tangis ketika didaulat menyampaikan sambutan dalam acara Angkat Sumpah Perawat Lulusan Program Pendidikan Profesi Ners Stikes Maranatha Kupang 2017/2018 di Aula Stikes Maranatha, Baumata Barat, Kabupaten Kupang, Sabtu (9/2/2019).
Berulang kali ia mengucap syukur dan terima kasih kepada orangtua dan para dosen yang telah mendidiknya dan rekan-rekannya menjadi seorang tenaga kesehatan yang berkompeten.
Di akhir sambutan, salah satu lulusan terbaik ini membacakan puisi berjudul 'Perawat' dengan berlinang air mata bahagia.
• 15 Potret Ini Buktikan Jennie BLACKPINK Ratu Pemilik Bahu Terseksi Yang Pernah Ada Kamu Setuju?
Ketua Stikes Maranatha Kupang, Merry L.Fanggidae dalam sambutanya menyampaikan rasa bahagia, haru dan bangga melihat perjuangan anak didiknya.
Menurutnya, Stikes Maranatha Kupang telah mengangkat sumpah 102 orang lulusan Ners dan 1 orang lulusan Poltekes Kemenkes Kupang.
"Orangtua juga pasti bangga karena sudah mengantar anak mereka ke gerbang kemandirian," ungkapnya.
Merry menjelaskan, Stikes Maranatha Kupang sudah meluluskan sebanyak 443 orang lulusan Ners. Sebagian besar dari lulusan Stikes Maranatha telah bekerja di pelbagai fasilitas kesehatan (faskes) di NTT dan di luar NTT, seperti Timor Leste dan Jepang.
Hal tersebut, lanjutnya, membuktikan kalau lulusan sekolah tersebut berdaya saing dan berkompeten.
• Kenalkan Pacar Baru, Mike Lewis Bahagia Dapat Restu dari Tamara Bleszynki
"Hari ini pergumulan saudara telah terjawab. Momen hari ini adalah garis start untuk tanggung jawab yang lebih besar. Tugas yang lebih profesional menanti," katanya.
Ia meminta para perawat bisa menghadapi tuntutan zaman revolusi industri keempat yang berdampak dalam bidang kesehatan dan bioteknologi.
Sebagai Ners di era milenial, katanya, para perawat dituntut lebih untuk profesional, tidak masa bodoh dan bekerja dengan panggilan jiwa.
"Profesi perawat adalah profesi yang mulia. Bekerjalah karena panggilan jiwa," katanya.
Mery menyampaikan pesan tulisan dari Presiden Joko Widodo bahwa kehormatan hidup bukan karena banyaknya gelar, banyaknya jabatan, banyaknya kekayaan, kegagahan yang luar biasa, kecantikan yang mempesona, tetapi bagaimana nama kita diingat orang karena kebaikan dan ketulusan hati.
• Sebelum Ditangkap Polisi, Kadis PUPR Kabupaten Sikka Sempat Nasehati TD
Pengurus Harian Wilayah NTT Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi NTT, Sabinus B. Kedang, mengatakan, hingga saat ini masih ada keluhan terhadap sikap perawat dalam pelayanan kepada masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/wisuda-stikes-maranatha-kupang.jpg)