Pemuda TTS Bunuh Diri

Sebelum Gantung Diri, Pemuda TTS Ini Unggah Pesan Terakhir, Ada Video Pendeta Gilbert!

Pemuda asal Fatumnasi, Kabupaten Timur Tengah Selatan, Okber Riwu Djara (28), mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

Sebelum Gantung Diri, Pemuda TTS Ini Unggah Pesan Terakhir, Ada Video Pendeta Gilbert!
Facebook/Okber Okber
Sebelum Gantung Diri, Pemuda TTS Unggah Pesan Terakhir, Ada Video Pendeta Gilbert! 

Karma adalah cara Tuhan untuk menyadarkan bahwa seseorang yang baik itu tidak boleh disakiti

Apa yang kau tanam, maka itulah yang akan kau petik. Ingat, karma tak pernah salah alamat.

Rahayu?

Empat hari sebelumnya, Okber mengunggah Markus 11: 24.

"Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu. Aminnnn," tulis Okber.

Pada 9 Desember, Okber merasa bersyukur.

Ia mengutip Matius 25:13, dengan postingan foto dirinya dan seorang perempuan di belakangnya.

"Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya," tulis Okber.

Mengutip wikipedia, Gilbert Lumoindong lahir di Jakarta, 26 Desember 1966.

80 Siswa SMP Negeri 1 Aesesa Selatan di Nagekeo Ikut Simulasi UNBK

Angin Porak Porandakan Tanaman dan Rumah  di Desa Napugera

Uumur 52 tahun. Ia merupakan seorang pendeta asal Indonesia.

Ia terkenal sebagai salah satu pembawa acara "Penyegaran Rohani Agama Kristen" di RCTI pada tahun 1992-1997.

Saat masih kecil, Gilbert sempat mengalami sakit saraf yang ia derita sampai usia 10 tahun sebelum kemudian ia sembuh dan memutuskan untuk menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan.

Pada usia 17 tahun Gilbert mulai aktif sebagai pengkhotbah di beberapa organisasi pemuda Kristen.

Gilbert kemudian kuliah di Lembaga Pendidikan Teologi dan Indonesia dan lulus diploma pada tahun 1990.

Ia kemudian melanjutkan studi teologinya di Institut Teologi dan Pendidikan Indonesia.

Gilbert sempat menjadi ketua GO Studio Jakarta pada tahun 1993 sampai 1997, dan juga ia sempat menjadi jemaat di Gereja Tiberias Indonesia, sebelum akhirnya ia memisahkan diri dan mendirikan GL Ministry pada tahun 1998.

Kasus Pengaturan Skor, Polisi Sita Dokumen Hasil Penggeledahan, Ini yang Dilakukan Selanjutnya

KPK Evaluasi Mekanisme Pengamanan Internal, Febri: Tak Hanya Data dan Informasi, Juga Aset

Saat ini ia masih aktif sebagai pengkhotbah baik di stasiun TV maupun radio dan memimpin sekitar 18.000 jemaat yang tergabung dalam GBI Glow Fellowship Centre.

Sementara itu, tubuh Okber ditemukan Wendi saat hendak menyalakan lampu.

Dalam keadaan syok, Wendi keluar dari rumah almarhum kakaknya dengan berlinang air mata.

Wendi berjalan menuju rumahnya yang tak jauh dari lokasi kejadian.

Sesampainya di rumah, sambil menangis ia memberitahukan peristiwa tragis tersebut kepada sang suami, Ruben Riwu Djara.

Tangis histeris Wendi menarik perhatian masyarakat yang terus berdatang ke lokasi kejadian.

Bersama masyarakat yang datang, Ruben bergerak menuju lokasi dimana sang anak nekad melakukan aksi gantung diri.

Salah seorang tokoh masyarakat setempat, langsung melaporkan kejadian tersebut kepada aparat kepolisian Polsek Kapan.

Dari hasil olah TKP dan visum yang dilakukan dokter dari Puskesmas Fatumnasi diketahui korban murni meninggal akibat bunuh.

Jimin BTS Jatuh Pingsan Gara-Gara Diet, Ini 11 Idol KPop yang Mencoba Lakukan Diet Berbahaya

BREAKING NEWS: Warga Turekisa Bajawa Ditemukan Tewas di Kebun Maladhena

Hal ini ditunjukan dengan adanya sperma yang keluar dari alat kelamin korban, adanya luka lebam pada leher korban akibat militan tali nilon dan lidah korban menjulur keluar.

Selain itu, pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik.

"Kita sudah jelaskan semuanya kepada keluarga korban, dan keluarga menerima kematian korban disebabkan murni karena gantung diri," kata Kasat Reskrim Polres TTS IPTU Jamari, SH MH.

"Keluarga juga menolak untuk dilakukan otopsi sehingga jenazah korban langsung dibawah ke rumah duka guna disemayamkan," ujarnya. (POS KUPANG/HASYIM ASHARI/DION KOTA)

Penulis: Hasyim Ashari
Editor: Hasyim Ashari
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved