Pemuda TTS Bunuh Diri

Pemuda TTS Gantung Diri, Fakta Mengejutkan Terungkap, Postingan Pilu hingga Istri Hamil Muda?

Pemuda asal Fatumnasi, Kabupaten Timur Tengah Selatan, Okber Riwu Djara (28), mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Pemuda TTS Gantung Diri, Fakta Mengejutkan Terungkap, Postingan Pilu hingga Istri Hamil Muda?
Facebook/Okber Okber
Okber Riwu Djara Okber bersama dengan istrinya saat pernikahan 

Postingan pilu juga diunggah Yati OktaVia Obet yang menandakan dirinya sedang bersama ASnhat Haba Gea Gea dan Okber Okber.

"Asnat katong pung kak su ambil jalan pintas.ktng sond bisa liat dia lai. (Asnat, kakak kita sudah ambil jalan pintas, kita tidak bisa lihat dia lagi)," tulis Yati OktaVia Obet.

Di hari Okber Riwu Djara bunuh diri, rupanya ia sudah punya janji dengan teman-temannya.

Ia berjanji akan datang untuk bernyanyi bersama-sama.

Hal itu terungkap dari postingan Ferdy Nony yang menandai diri bersama Andry Liem dan Okber Okber.

"Ama eee. U janji b ne hari b mau dtg ko ktg menyanyi tpi ternyata b dtg liat u dlm keadaan bgini. (Kakak ee, kamu janji saya hari ini mau datang untuk menyanyi tapi ternyata saya datang lihat dalam keadaan begini)

160 Peserta Ikut Pelatihan Kerja di Balai Latihan Kerja Provinsi NTT

160 Peserta Ikut Pelatihan Kerja di Balai Latihan Kerja Provinsi NTT

Pemilik akun RhoNal MnuNe merasa sedih.

Ia menandai diri sedang bersama Ones Banoet dan 8 lainnya.

Ternyata selama ini, Okber Riwu Djara menjadi tempat bagi Rhoval untuk curhat.

Okber Riwu bahkan kerap memberinya jalan keluar jika ada masalah.

Berikut postingan RhoNal MnuNe:

Ama djara eee ond snggup liat u bgini.

U yg biasa nasehat b n ksih b jlan kluar klau b ad msalah

tpi knpa u bginiii

Slamat jlan teman seperjuang.

Artinya sebagai berikut:

Kakak Djara tidak sanggup lihat kamu begini

5 Mitos Larangan yang Tidak Boleh Dilakukan saat Imlek

80 Siswa SMP Negeri 1 Aesesa Selatan di Nagekeo Ikut Simulasi UNBK

kamu yang biasa nasehat saya dan kasih saja jalan keluar kalau ada masalah

tapi kenapa kamu begini.

Selamat jalan teman seperjuangan.

Deky Taosu juga menandai dirinya sedang bersama Okber Okber.

Ia mengunggah kalimat terakhir untuk sahabatnya itu.

REST IN PEACE BROTHER (OKBER RIWU DJARA)

Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal

ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam.

Ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa

ada waktu untuk meratap, ada waktu untuk menari.

Terimakasi atas kebaikanmu selama ini

uda menjadi saudara/sahabat terbaik

beta hanya bisa mengiringi kepergianmu dengan air mata

SELAMAT JALAN TEMAN

FAKTA Terbaru Siswi Kelas 6 SD Diperkosa Sopir Bemo di Kamar Kosan Berkali-kali dalam Semalam

Kronologi Lengkap Siswi Kelas 6 SD Diperkosa Berkali-kali oleh Sopir Bemo

Jasad Ditemukan Ibu

Sementara itu, tubuh Okber ditemukan Wendi saat hendak menyalakan lampu.

Dalam keadaan syok, Wendi keluar dari rumah almarhum kakaknya dengan berlinang air mata.

Wendi berjalan menuju rumahnya yang tak jauh dari lokasi kejadian.

Sesampainya di rumah, sambil menangis ia memberitahukan peristiwa tragis tersebut kepada sang suami, Ruben Riwu Djara.

Tangis histeris Wendi menarik perhatian masyarakat yang terus berdatang ke lokasi kejadian.

Bersama masyarakat yang datang, Ruben bergerak menuju lokasi dimana sang anak nekad melakukan aksi gantung diri.

Salah seorang tokoh masyarakat setempat, langsung melaporkan kejadian tersebut kepada aparat kepolisian Polsek Kapan.

Pasca Diperkosa Sopir Bemo, Siswa SD di Kota Kupang Tak Masuk Sekolah, Ini Alasannya

BREAKING NEWS: Diduga Akibat Gangguan Mental, Gerson Nekat Bunuh Diri. Keluarga Tolak Atopsi

Dari hasil olah TKP dan visum yang dilakukan dokter dari Puskesmas Fatumnasi diketahui korban murni meninggal akibat bunuh.

Hal ini ditunjukan dengan adanya sperma yang keluar dari alat kelamin korban, adanya luka lebam pada leher korban akibat militan tali nilon dan lidah korban menjulur keluar.

Selain itu, pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik.

"Kita sudah jelaskan semuanya kepada keluarga korban, dan keluarga menerima kematian korban disebabkan murni karena gantung diri," kata Kasat Reskrim Polres TTS IPTU Jamari, SH MH.

"Keluarga juga menolak untuk dilakukan otopsi sehingga jenazah korban langsung dibawah ke rumah duka guna disemayamkan," ujarnya. (POS KUPANG/HASYIM ASHARI/DION KOTA)

Penulis: Hasyim Ashari
Editor: Hasyim Ashari
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved