Berita NTT Terkini

Kisah Riski yang Selamat dari Dekapan Laut Sumbawa

Siang itu, Jumat (7/12/2018), kediaman Riski di Desa Baumata, Dusun 4, RT 10/RW 05, terlihat ramai.

Kisah Riski yang Selamat dari Dekapan Laut Sumbawa
POS-KUPANG.COM/Ambuga Lamawuran
Riski Naibahas (tengah) foto bersama ibunya Dorsina Naibahas Banao (56) dan ayahnya Yonas Naibahas (57), Jumat (7/12/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ambuga Lamawuran

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Siang itu, Jumat (7/12/2018), kediaman Riski di Desa Baumata, Dusun 4, RT 10/RW 05, terlihat ramai.

Riski Naibahas alias Naum Naibahas (20), duduk diapiti puluhan keluarga. Dia mengenakan baju berwarna biru pudar bertuliskan 'TNI AL' pada bagian depan dadanya, dengan leher dikalungi sebuah kontas berwarna keemas-emasan. Celananya hitam, bertuliskan Adidas pada saku sebelah kanan dan kiri.

Semua orang yang duduk menemani Riski pada Jumat siang itu, mengatakan bahwa momen ini adalah satu mujizat yang diberikan Tuhan.

Meski Elektabilitas Masih Jauh Tertinggal, Sandiaga Uno Bilang Masih Perlu Disyukuri

Bagaimana tidak. Untuk berkumpul bersama keluarga seperti ini, Riski telah berjuang sendirian di tengah ganasnya laut di Selat Alas Sumbawa selama enam hari, di antara hantaman gelombang siang malam, cakaran burung, gigitan ikan, hujan badai, dan langit hitam waktu malam yang menebarkan rasa takut akan kematian.

Sebagaimana diketahui, Riski adalah korban hidup dari tragedi tenggelamnya Kapal Motor (KM) Multi Prima 1 pada Kamis (22/11/2018) di Selat Alas Sumbawa.

Babinsa Desa Tedakisa Bersama Warga Lakukan Penghijauan di Kawasan Hutan Lindung

Pria usia 20 tahun ini, sewakti berada sendirian di lautan, tidak begitu yakin bahwa laut akan merenggut nyawanya. Dia berdoa kepada Tuhan agar menolongnya, dalam tragedi dua hari usai perayaan hari ulang tahunnya.

"Saya merayakan hari ulang tahun saya pada 20 November, tepat sewaktu kapal bertolak dari Surabaya," katanya kepada POS-KUPANG.COM, Jumat (7/12/2018).

Jelang hari bahagianya itu, ujar Riksi, dia sempat menelepon ibundanya, Dorsina Naibahas Banao (56). Riski ingin sekali berbicara lebih lama, namun niat itu harus pupus lantaran ibunya sedang mengadapi satu acara keluarga di Desa Baumata.

"Waktu itu saya pesan, jangan lupa berdoa di hari lahirmu," Ujar Dorsina, Jumat (7/12).

Halaman
1234
Penulis: Lamawuran
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved