Berita Nasional Terkini

Meski Elektabilitas Masih Jauh Tertinggal, Sandiaga Uno Bilang Masih Perlu Disyukuri

Meski elektabilitas masih jauh tertinggal, yakni 40 persen, Sandiaga Uno menyatakan perlu disyukuri karena masih ada waktu untuk mengejarnya

Meski Elektabilitas Masih Jauh Tertinggal, Sandiaga Uno Bilang Masih Perlu Disyukuri
KOMPAS.com/Reza Jurnaliston
Calon wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno ditemui di daerah Kapuk, Jakarta Barat, Jumat (30/11/2018). 

Meski elektabilitas masih jauh tertinggal, yakni 40 persen, Sandiaga Uno menyatakan perlu disyukuri karena masih ada waktu untuk mengejarnya

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mengklaim elektabilitasnya bersama capres Prabowo Subianto mencapai 40 persen.

Angka itu, kata dia, mengacu pada survei internal yang dilakukan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga.

"Alhamdulillah kita sudah capai 40 persen. Ini perlu kita syukuri, tapi kita masih jauh tertinggal kita masih kejar. Kita masih punya 130 hari lagi, kita yakin bisa menangkap aspirasi masyarakat," tutur Sandiaga saat ditemui di daerah Pesanggarahan, Jakarta Selatan, Sabtu (8/12/2018).

Babinsa Desa Tedakisa Bersama Warga Lakukan Penghijauan di Kawasan Hutan Lindung

Sandiaga yakin, di awal tahun 2019 hingga menjelang pemilihan elektabilitas pasangan Prabowo-Sandiaga akan terus meningkat.

"Kami yakin dalam awal tahun depan kami akan terus (meningkat), kalau menyusul itu dari Allah, tetapi kalau kita kerja keras itu kita ikhtiar saja," kata Sandiaga.

16 ASN di Manggarai Timur Rebut 5 Jabatan Eselon II

Hasil survei terbaru Lingkaran Survei Indonesia Denny JA (LSI) menunjukkan elektabilitas kedua pasangan capres-cawapres yang berkontestasi pada Pilpres 2019 tidak mengalami peningkatan yang signifikan atau cenderung stagnan selama dua bulan masa kampanye.

Berdasarkan hasil survei November 2018, elektabilitas pasangan Jokowi-Ma'ruf berada pada angka 53,2 persen dan Prabowo-Sandiaga sebesar 31,2 persen.

Sementara responden yang masih belum menentukan pilihan sebesar 15,6 persen.

Peneliti LSI, Rully Akbar menilai, elektabilitas yang cenderung staganan karena tidak adanya adu gagasan antara tim kampanye masing-masing pasangan calon.

Menurut Rully, hingga saat ini tim kampanye pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin maupun pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, masih berkutat pada isu-isu sensasional dan tidak substantif.

"Akibatnya dua bulan masa kampanye program dikalahkan isu sensasional yang tidak berpengaruh pada kenaikan elektabilitas," ujar Rully di kantor LSI, Jakarta Timur, Kamis (6/12/2018). (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved