Kamis, 16 April 2026

Ternyata Bahan Ini yang Memicu Jembatan Liliba Kupang Bergoyang

Kepala Dinas Pekerjaan Umun dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi NTT, Ir. Andre Koreh menangapi kabar tentang Jembatan Liliba bergoyang.

Penulis: PosKupang | Editor: Dion DB Putra
POS-KUPANG.COM/Laus Markus Goti
Tiga orang pegawai Dinas Pekerjaan Umum memantau jembatan Liliba, Kupang, Senin (26/11/2018). 

Kepala Balai Jalan Wilayah NTT, Muhktar Napitupulu mengatakan, jembatan di mana-mana harus ada goyangannya. "Itu namanya melendut, dan itu dimungkinkan dari aspek teknis. Jadi semuanya stabil," katanya.

Muhktar menegaskan, kecelakaan lalu lintas yang terjadi tidak berpengaruh terhadap struktur jembatan. "Kemudian ada yang namanya getaran, itu tidak ada masalah. Semua jembatan memang harus ada getaran, dua setengah sampai tiga hets, itu tidak ada masalah," tandasnya.

"Tidak ada pengaruh apapun terhadap struktur rangka terkait dengan fondasi dari jalan. Terkait dengan struktur kekuatan jembatan juga tidak ada masalah," tambahnya.
Menurut Muhktar secara teknis, struktur Jembatan Liliba belum dikategorikan tua, masih sedang-sedang. Meski telah memasuki usia 28 tahun, tidak ada persoalan dengan usia jembatan Liliba. "Kalau jembatan itu dikatakan 50 tahun, baru kita memikirkan duplikasinya. Tapi ini masih sangat layak," sebutnya.

Sekretaris Dinas PUPR Kota Kupang, Devi Loak mengatakan, gerakan pada jembatan disebabkan beberapa faktor. "Jembatan ini kan sendi rool. Ini harus kita lihat di perencanaan. Kalau kita lihat, konstruksi itu tidak pakai pil, jadi kemungkinan naik-turun itu ada," katanya.

Menurutnya, pemantauan harus dilakukan pada Jembatan Liliba untuk menjaga delta (penurunan) pada jembatan. Usia bahan atau konstruksi pun harus menjadi perhatian. "Kemudian lalu lintas rata-rata harian yang terus meningkat, ukuran kendaraan dan jumlah yang tidak dibatasi, ini juga menjadi faktor penyebab delta atau penurunan tadi," ujar Devi Loak.

Devi Loak mengatakan, kejadian Senin pagi bukan bagian ujung Jembatan Liliba yang bergerak. "Kalau ujung yang bergerak, bisa patah. Tapi ini kan bukan di ujung," katanya.

Dia mengingatkan untuk memperhatikan hal-hal yang kini menjadi rutinitas tiap hari di jembatan tersebut. Jika lalu lintas rata-rata harian padat, tidak ada pengawas kendaraan yang lewat dengan ketentuan beban tertentu, itu memperpendek usia penggunaan. "Selain itu, jumlah over load, lalu lintas yang padat berjam-jam, ini sangat mempengaruhi usia jembatan," ujarnya.

Kapolres Kupang Kota AKBP Satrya Perdana Panuntung Tarung Binti membenarkan bahwa sepanjang Senin, masyarakat Kota Kupang dihebohkan dengan informasi Jembatan Liliba bergoyang dan akan ambruk. Pengguna jalan diminta tidak melintasi Jembatan Liliba.

"Banyak terjadi perbincangan di media sosial katannya bahwa jembatan Liliba goyang, itu tidak benar," tegas Satrya saat dikonfirmasi Senin malam. Mantan Kasatrolda Polair Polda NTT ini menjelaskan, terjadi pengalihan arus lalu lintas oleh polisi karena ada kecelakaan yang cukup parah di jalur setelah Jembatan Liliba. Peristiwa itu terjadi Minggu (25/11/2018) malam yang menyebabkan arus lalu lintas terhambat.

"Yang benar terjadi laka lantas di jembatan, yang mengakibatkan terjadinya pengalihan arus lalu lintas dimana kendaraan dianjurkan untuk melalui alternatif jalan yang lain," ujar Satrya.

Ia mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kondisi Jembatan Liliba. "Masyarakat tidak perlu khawatir, itu terjadi hanya karena sebagian masyarakat salah menyimpulkan terkait informasi," imbuhnya.

Sementara itu Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Kota Kupang, Nikky Ully mengingatkan Pemkot Kupang segera berkoordinasi dengan Pemprov NTT terkait kondisi Jembatan Liliba. "Kami hanya mengingatkan saja, karena secara usia perlu dievaluasi lagi. Secara usia jembatan tersebut sudah melebihi masa pemeliharaan pada suatu pekerjaan teknis, sehingga jembatan tersebut goyah," kata Nikky Ully.

Menurutnya, perlu dilakukan survei ulang bangunan Jembatan Liliba, dan dilakukan penguatan secara teknis. "Dengan adanya pekerjaan di Bundara PU, terjadi penyempitan jalan sehingga mengakibatkan kendaraan yang menuju jembatan tersebut terjadi macet, dan terjadi penumpukan kendaraan sehingga jembatan tersebut goyah," ujarnya. (kas/dea/jj/kk/hh)

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved