Bupati Sumba Timur Serahkan Santunan Jaminan Kematian Rp 151 Juta Lebih

BPJS Ketenagakerjaan Sumba Timur menyalurkan santunan jaminan kematian kepada ahli waris tiga tenaga kerja peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Editor: Alfons Nedabang
ISTIMEWA
Bupati Sumba Timur, Drs. Gidion Mbilijora (tengah) didampingi Kepala KCP BPJS Ketenagakerjaan, Chandra Chahyono (kiri) dan Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja, Drs. Umbu Hapu Mbeju (kanan) foto bersama ahli waris setelah penyerahan santunan Jaminan Kematian di halaman Kantor Bupati Sumba Timur, Senin (29/10/2018). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Sumba Timur menyalurkan santunan jaminan kematian kepada ahli waris tiga tenaga kerja peserta BPJS Ketenagakerjaan. Total jaminan mencapai Rp 151.367.360.

Penyerahan santunan dilakukan Bupati Sumba Timur, Drs. Gidion Mbilijora, M.Si bertepatan dengan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di halaman Kantor Bupati Sumba Timur, Senin (29/10/2018).

Dalam press release yang diterima Pos Kupang dari pegawai BPJS Ketenagakerjaan Sumba Timur, Yudha dijelaskan bahwa tiga tenaga kerja peserta BPJS Ketenagakerjaan yang telah meninggal adalah Seprina Bunga (karyawan PDAM Matawai Amahu), Pulina Rambu Dari (guru di SMA Kristen Payeti) dan Hendrik Riwu (karyawan PT Muria Sumba Manis).

Baca: Bank NTT dan BPJS Ketenagakerjaan Kerja Sama Lindungi TK Non Formal

Saat menyerahkan santunan, Bupati Gidion didampingi Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Sumba Timur, Drs. Umbu Hapu Mbeju dan Kepala KCP BPJS Ketenagakerjaan Sumba Timur, Chandra Chahyono.

Bupati Gidion menegaskan mendukung program BPJS Ketenagakerjaan. "Ini program yang baik, melindungi masyarakat dari kemiskinan berkelanjutan akibat musibah yang menimpa tulang punggung keluarga. Saya mengimbau agar seluruh pengusaha di Sumba Timur ikut dalam program BPJS Ketenagakerjaan," ujar Gidion.

Santunan Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan yang pertama diberikan kepada ahli waris dari almarhumah Seprina Bunga senilai Rp 99.762.476, terdiri dari Santunan Kematian Rp 24 juta, Beasiswa Rp 12 juta dan Jaminan Hari Tua sebesar Rp 63.762.476.

Baca: BPJS Ketenagakerjaan Bayar Klaim Jaminan Hari Tua senilai Rp 583,74 Miliar

Selanjutnya kepada ahli waris almarhumah Pulina Rambu Dari sebesar Rp 28.293.010, terdiri dari Santunan Kematian Rp 24 juta dan Jaminan Hari Tua sebesar Rp 4.293.010.

Terakhir penyerahan santuna Jaminan Kematian kepada ahli waris almarhum Hendrik Riwu yang adalah tenaga lepas di PT Muria Sumba Manis (MSM) dengan jumlah Santunan Kematian Rp 24 juta.
Kepala KCP BPJS Ketenagakerjaan Sumba Timur Chandra Chahyono mengatakan nilai santuan berbeda. Hal tersebut tergantung program, masa kerja dan gaji/upah yang dilaporkan ke BPJS Ketenagakerjaan.

"Hak santunan kematiannya semua sama 24 juta, beasiswa kita berikan kepada anak peserta yang meninggal dunia dengan masa kepesertaan minimal 5 tahun. Ibu Seprina misalnya, dia menjadi peserta dari tahun 1993 sehingga apabila ada anak yang masih menjadi tanggungan ada bantuan beasiswa yang diberikan sebesar Rp 12 juta. Kalau yang Rp 63 juta sekiannya itu tabungan beliau melalui Program Jaminan Hari Tua, jadi dapatnya hampir Rp 100 juta," terang Chandra Chahyono.

Baca: BPJS Ketenagakerjaan Kerja Sama dengan Pemkot Kupang

"Kalau almarhum Hendrik Riwu itu hanya diikutkan dalam 2 program, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian. Karena almarhum adalah Tenaga Kontrak Lepas di PT MSM seingga beliau tidak memiliki Jaminan Hari Tua, dapatnya hanya 24 juta," tambahnya.

Chandra mengucapkan turut berduka cita dan semoga santunan yang di terima dapat bermanfaat.

Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Sumba Timur, Drs. Umbu Hapu Mbeju mengatakan pihaknya akan terus mensosialisasikan Program BPJS Ketenagakerjaan agar seluruh pemberi kerja dan penerima kerja medaftarkan badan usaha dan dirinya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

"Manfaatnya nyata di lapangan. Sangat membantu meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja khususnya ketika terjadi resiko. Dan, inikan hak normatif yang harus didapatkan setiap tenaga kerja yang bekerja di seluruh Indonesia, khususnya di Sumba Timur," ujar Umbu Hapu. (*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved